Bayi yang Ditemukan Mengapung di Sungai, Baru Lahir

Anwar membenarkan hal ini. Ia mengatakan, anak-anak itu memberitahukan dirinya bahwa ada mayat bayi di sungai.

Penulis: Junisah | Editor: Mathias Masan Ola
Istimewa
Inilah jasad bayi perempuan yang ditemukan di Sungai RT 6 Kelurahan Pantai Amal Baru, Tarakan, Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Warga RT 6 Kelurahan Pantai Amal Baru Kecamatan Tarakan Timur Provinsi Kaltara, digegerkan dengan penemuan mayat bayi perempuan yang terapung di sungai, pukul 12.00 Wita, Kamis (3/5/2018).

Bayi yang posisinya tertelungkup ini terjerat tali di leher, ditemukan sejumlah anak kecil saat melintas di atas jembatan sungai tersebut. Saat berjalan anak-anak ini melihat ada sesuatu di sungai. Anak-anak mengira bayi tersebut boneka..

Dengan rasa penasaran anak-anak itu turun ke sungai yang tidak terlalu dalam, karena kebetulan airnya surut. Saat turun anak-anak kaget, ternyata bukan boneka tapi bayi. Melihat ini, anak-anak tersebut langsung memberitahukan kepada Anwar, salah satu warga yang ada di daerah sekitar.

"Saya sempat pegang kok lembek, eh ternyata bayi. Langsung kami berlari memanggil Om Anwar. Lalu Om Anwar melihat eh ternyata benar itu bayi. Langsung disuruh lapor Pak RT, biar Pak RT lapor kepada polisi," ucap Ilham salah satu anak yang menemukan mayat bayi.

Anwar membenarkan hal ini. Ia mengatakan, anak-anak itu memberitahukan dirinya bahwa ada mayat bayi di sungai. "Anak-anak itu beritahukan saya katanya ada bayi di sungai. Lalu saya lihat iya betul bayi, karena lembeknya. Saya sarankan lapor ke Pak RT biar nanti dilaporkan kepada kepolisian," ujarnya.

Anwar mengaku, ia melihat kondisi bayi tersebut lehernya terikat tali. "Saya lihat kondisnya itu lehernya terjerat tali dan posisinya itu tertelungkup. Tidak lama kemudian datang Pak RT dan warga yang lain melihat bayi itu," katanya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Taharman membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Pihaknya menerima laporan langsung dari Polsek Tarakan Timur.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, Polsek Tarakan Timur dan Reskrim Polres Tarakan langsung menuju lokasi penemuan bayi tersebut. Lalu kita police line untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar Taharman.

Tahe mengungkapkan, pihaknya sempat memanggil bidan untuk melihat kondisi bayi dan menurut bidan bayi tersebut baru dilahirkan, karena masih ada tali pusarnya. "Kata bidan bayinya baru lahir karena masih ada tali pusarnya," katanya.

Mendengar perkataan dari bidan, polisi langsung menghubungi bidan dan puskesmas terdekat apakah ada wanita hamil yang kini sudah melahirkan, namun tidak ada bayinya. "Kita langsung bergerak cepat untuk mencari siapa ibu dari bayi ini," ujarnya.

Tahe mengatakan, kondisi bayi terlihat di lehernya terdapat jeratan tali. "Nah ini masih kita dalami untuk mengetahui penyebab kematian dari bayi tersebut. Jadi kita evakuasi di ruang mayat RSUD Tarakan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved