Dirut PT ATM Akui Ada Salah Manajemen, Berjanji Berangkatkan Seluruh Jamaah Umrah yang Mendaftar

Mediasi yang difasilitasi Polres Balikpapan ini merupakan kelanjutan pertemuan antara jamaah dan PT ATM 5 April lalu.

TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Direktur Utama PT ATM, Hamzah Husain (kanan peci putih) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Direktur Utama PT Arafah Tamasya Mulia (ATM), Hamzah Husain, berjanji akan memberangkatkan seluruh calon jamaah umroh yang telah mendaftar di perusahaan ATM.

Hal ini, sebagai jawaban atas desakan ratusan jamaah PT ATM yang sudah berbulan-bulan gagal berangkat dan sebagaian lagi ada yang meminta refund/pengembalian dana segera, sesuai janjinya sebulan lalu.

"Kita cari solusi bersama insyaa Allah ada. Tidak semudah itu, jamaah saya ada 1.600 kalau semua dikordinasikan dengan baik. Mohon dikoordinasikan dengan baik, kita gak mau rugikan siapapun,"ujar Hamzah Sabtu (5/5/2018) di masjid Baitul Aman Balikapapan.

Untuk sementara, dari hasil koordinasi dengan pihak kementerian agama pusat, sambil menunggu izin PT ATM terbit, pihaknya diminta segera secara bertahap memberangkatkan jamaah yang tertunda itu.

"Saya masih berusaha tanggal 17 Mei, hanya kapasitas 437 orang setelah itu minggu depanya," ujarnya.

"Demi Allah saya akan berangkatkan semua jamaah, tamu- tamu Mu ya Allah. Kalau ga bisa, tagih saya di akhirat ya Allah," kata Hamzah.

Baca juga:
 
 

Kementerian Agama RI telah menetapkan biaya perjalanan umroh minumlah Rp 20.5 juta, sedangkan PT ATM mematok nominal jauh di bawahnya, bervariasi, mulai dari 16.5 juta sampai 18 juta.

Pun, bagi jamaah yang membayar di bawah nominal itu, pihaknya meminta agar jemaah menambah beberapa juta lagi hingga mencapai Rp 20.5 juta sebagai syarat keberangkatan.

Berkaca dari pengalaman ini, Hamzah mengaku, jajarannya telah melakukan serangkaian evakuasi dan audit, agar kejadian ini tak berulang. Terdekat, agar jamaah bisa segera diberangkatkan.

"Kami terus terang, kami salah manajemen, kami bobrok dan kami sudah lakukan evaluasi manajemen dan audit manajemen kami. Demi apa, karena kami masih yakin. Kami masih berusaha," paparnya.

Kembali Hamzah berjanji, bahwa biro perjalanan yang ia pimpin tidak seperti biro perjalanan umroh lain yang bermasalah dan sudah di bawa ke meja persidangan.

"Silahkan kalau saya ditangkap, sita harta saya, saya gak punya harta, saya beda dengan travel lain yang memperkaya diri sendiri. Saya masih berusaha," katanya.

Mediasi yang difasilitasi Polres Balikpapan ini merupakan kelanjutan pertemuan antara jamaah dan PT ATM 5 April lalu.

Kala itu, ratusan jemaah yang marah ngkuruk kantor pusat PT ATM meminta kejelasan keberangkatan mereka yang tertunda lewat surat pemberitahuan perubahan jadwal pemberangkatan jemaah PT ATM bernomor 003/SPPJK/ATM-BPN/IV/2018 yang terpampang di kantor PT ATM dan pesan berantai lewat WhatsApp jemaah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved