Liga Spanyol

Laga Barcelona vs Real Madrid, Zidane Tolak Beri Sambutan kepada Tim Juara

REAL Madrid sudah secara tegas menolak melakukan guard of honour kepada Barcelona yang meraih gelar juara La Liga musim ini.

Editor: Sumarsono
JAVIER SORIANO / AFP
Reaksi Zinedine Zidane 

TRIBUNKALTIM.CO - REAL Madrid sudah secara tegas menolak melakukan guard of honour kepada Barcelona yang meraih gelar juara La Liga musim ini. Pelatih Madrid, Zinedine Zidane melarang pemainnya melakukan guard of honour karena harus fokus ke pertandingan.

"Kami tidak akan melakukan guard of honor atau memikirkan apa yang akan terjadi dalam satu bulan ke depan. Itu sudah menjadi keputusan saya," kata Zidane seperti dikutip dari Football Espana.

Guard of honour, atau dalam istilah Spanyol dinamakan Pasillo, adalah tradisi menyambut kedatangan tim juara sebelum pertandingan dimulai. Dalam tradisi ini, para pemain lawan biasanya membentuk dua barisan dan memberi aplaus saat tim juara memasuki lapangan.

Baca: Retak Tulang Tangan Malah Bikin Loris Karius Tak Tergantikan di Liverpool

Tradisi ini pertama kali dimulai pada tahun 1970 oleh Athletic Bilbao kepada Atletico Madrid. Sejak itu, setiap tahunnya Pasillo selalu dilakukan.

Penolakan Madrid melakukan guard of honour ini diduga sebagai balas dendam karena ketika mereka menjadi juara Piala Dunia Antarklub, Barcelona juga menolak memberi penghormatan. Ernesto Valverde selaku pelatih klub asal Catalan ketika itu menolak karena menganggap Madrid juara bukan dalam kompetisi yang sama dengan mereka.

Masalah penghormatan ini kini menjadi perbincangan hangat di Spanyol jelang laga El Clasico jilid ke-271 yang di Stadion Camp Nou, Senin (7/5) dini hari. Banyak pihak yang membenarkan rencana penolakan Madrid itu untuk membalas perlakuan Barcelona yang di awal musim melakukan hal serupa.

Namun seperti dilansir Marca, Madrid sebenarnya harus memberikan guard of honour saat bertandang ke Camp Nou dinihari nanti, tapi bukan kepada Barcelona, melainkan untuk Andres Iniesta, kapten Barcelona yang akan meninggalkan klub Catalan itu pada akhir musim nanti.

Sepanjang kariernya, Iniesta sudah melakoni 671 pertandingan di semua kompetisi bersama Barcelona. Gelandang 33 tahun itu sukses mempersembahkan 33 gelar termasuk empat trofi juara Liga Champions untuk Blaugrana.

Baca: Tundukkan Persiba, Pelatih Blitar United Akui Pemainnya Bermain Baik

Iniesta juga menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di masa keemasan timnas Spanyol. Pemain jebolan La Masia itu ikut berkontribusi mempersembahkan trofi Piala Dunia 2010 dan dua gelar Piala Eropa untuk La Furia Roja.

Catatan dan prestasi Iniesta itulah yang bisa jadi alasan kuat Real Madrid memberikan penghormatan khusus untuk Iniesta. Kapten Madrid, Sergio Ramos, juga mengakui Iniesta sebenarnya memang pantas mendapat penghormatan.

El Clasico kali ini akan jadi El Clasico terakhir bagi Iniesta. Seperti dirilis situs resmi Barcelona, sepanjang kariernya Iniesta sudah melakoni 37 laga El Clasico, dengan 25 di antaranya berada di zona La Liga.

Iniesta juga memiliki beberapa memori sekaligus kontribusi luar biasa di laga El Clasico. Ia pernah menjadi bagian dari kemenangan Barcelona atas Madrid dengan skor 6-2 di Santiago Bernabeu. Tak hanya itu, pria berusia 33 tahun tersebut juga menjadi saksi kehancuran Madrid di Camp Nou pada 2010 saat kalah 0-5 dari Barcelona.

Terlepas dari apakah nantinya para pemain Madrid akan melakukan guard of honour atau tidak, El Clasico akhir pekan ini mungkin akan jadi El Clasico paling adem dalam sejarah Liga Spanyol. Ada beberapa alasan yang bisa membuat laga akhir pekan ini akan berjalan dengan lebih santai.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved