Liga 2
Optimisme Persiba Balikpapan Hadapi Persaingan Berat di Grup Neraka Pegadaian Championship 2025
Persiba Balikpapan optimistis songsong Pegadaian Championship 2025/2026 meski harus bersaing di grup neraka Liga 2
Penulis: Zainul | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan Liga 2 musim 2025/2026 menjadi sorotan publik kota minyak.
Untuk diketahui, Liga 2 adalah kompetisi sepak bola profesional kasta kedua di Indonesia, berada di bawah Liga 1 dan di atas Liga 3.
Liga ini dikelola oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan berada di bawah naungan PSSI. Tujuan utamanya adalah memberikan wadah kompetitif bagi klub-klub daerah untuk berkembang dan berpeluang promosi ke Liga 1.
Persiba Balikpapan berhasil promosi ke Liga 2 setelah menaklukkan PSGC Ciamis lewat adu penalti dengan skor 6–5 pada final playoff Liga Nusantara 2024–2025.
Mereka bergabung bersama Sumut United dan Tornado FC Pekanbaru sebagai tiga tim promosi musim ini.
Baca juga: Dukungan Suporter Tidak Surut, Persiba Balikpapan Siap Hadapi Liga 2 meski Terkendala Dana
Mulai musim 2025–2026, Liga 2 resmi berganti nama menjadi Pegadaian Championship.
Perubahan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan sponsor utama Pegadaian, sebagai bagian dari upaya rebranding dan peningkatan kualitas kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Tim berjuluk Beruang Madu menatap kompetisi yang kini bernama Pegadaian Championship dengan penuh optimisme, meski langsung menghadapi ujian berat di laga perdana kontra PSS Sleman pada Senin, 15 September 2025, di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta.
Asisten pelatih Persiba, Yus Afandi, memastikan persiapan tim berjalan maksimal.
Dari 30 pemain yang dimiliki, ditambah lima pemain magang, Persiba juga mendatangkan tiga legiun asing yaitu Takumu Nishihara dan Kodai Nagashima asal Jepang, serta Shokhrukhbek Kholmatov dari Uzbekistan.
Kehadiran pemain asing ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dan memperkuat daya saing tim.
Baca juga: Stadion Batakan, Siap Membersamai Persiba Balikpapan Menuju Kasta Tertinggi Sepak Bola Indonesia
Manajemen tetap mempertahankan sembilan pemain lama sebagai tulang punggung tim untuk menjaga konsistensi.
Namun, Yus Afandi mengakui masih ada kebutuhan tambahan pemain, khususnya di sektor pertahanan.
“Kami masih membutuhkan satu stopper. Mudah-mudahan segera ada tambahan, agar komposisi tim makin lengkap,” ujarnya usai latihan, Jumat (29/8).
Musim ini, Persiba tergabung di Grup Timur, yang dijuluki “grup neraka” karena diisi tim-tim besar seperti Barito Putera, Persipura Jayapura, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persela Lamongan, hingga Deltras Sidoarjo.
Stadion Batakan, Siap Membersamai Persiba Balikpapan Menuju Kasta Tertinggi Sepak Bola Indonesia |
![]() |
---|
Pembina Persiba Balikpapan Ungkap Penyebab Perusahaan Ragu Salurkan CSR |
![]() |
---|
Khawatir Persiba Dijual ke Luar, Suporter Beruang Madu Desak Pemkot dan DPRD Bergerak |
![]() |
---|
Pemkot Balikpapan Pernah Mau Beli Persiba, tapi Gagal Gara-gara Harga Selangit |
![]() |
---|
Dukungan Suporter Tidak Surut, Persiba Balikpapan Siap Hadapi Liga 2 meski Terkendala Dana |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.