Tak Ada Pemadaman Listrik Selama Ramadhan, PLN Minta Warga Tetap Berdoa

Jelang ramadhan, PLN akan berusaha mendukung kelancaran dalam beraktivitas di bulan ramadhan besok.

Tak Ada Pemadaman Listrik Selama Ramadhan, PLN Minta Warga Tetap Berdoa
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jelang ramadhan, masyarakat disibukkan dengan persiapan untuk memasuki bulan suci tersebut untuk melancarkan ibadah mereka pada satu bulan penuh.

Tidak hanya warga masyarakat, instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat juga terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakatnya untuk mendukung kelancaran aktivitas pada bulan ramadhan yang akan tiba beberapa hati lagi.

Tak terkecuali PT. PLN (Persero). Jelang ramadhan, PLN akan berusaha mendukung kelancaran dalam beraktivitas di bulan ramadhan besok.

Baca: Teror Bom di Surabaya, Pengamanan di Polres Samarinda Meningkat

Seperti yang dikatakan oleh General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Kaltimra, Riza Novianto Gustam, mengatakan bahwa selama bulan ramadhan besok, jaringan listrik dipastikan tidak ada pemadaman.

"Pemadaman nggak ada. Kita sudah siap, jadi tidak ada pemadaman. Mudah-mudahan ya, doa. Bagaimana pun kan ngga boleh lepas dari doa," ujarnya ketika ditemui disela sela acara Multi Stakeholder Forum 2018, hari Senin (14/5/2018).

Baca: Teror Bom Surabaya, Pagar Kantor Polsek di Balikpapan Ditutup Setengah

Untuk mendukung tersebut, pihak PLN membuat Standard Operating Procedure (SOP) khusus ketika memasuki hari-hari besar, seperti salah satunya Hari Raya Lebaran.

"Kita ada SOP-nya. Jadi setiap mau ada lebaran, ada hal-hal khusus, kita menyusun SOP khusus. Termasuk kita punya SOP sistem kalau terjadi sistemnya fail, mana yang menjadi backup. Lalu ada pemeliharaan, yang mana lagi yang masuk," ungkapnya.

Disinggung mengenai langkah-langkah yang akan diambil jika pembangkit mengalami gangguan selama bulan ramadhan, Riza mengatakan sudah memiliki standar operasional untuk dijalankan.

Baca: Imbas Bom Surabaya Berita Hoax Beredar, 5 Kabar Ini Jangan Ditelan Mentah-mentah!

"Kita punya SOP. Misalnya pembangkit A fail, ada pembangkit lain yang masuk. Kan kita punya membangkit cadangan, pembangkit peaking di Tanjung Batu," ungkapnya.

Riza mengatakan, jika sewaktu-waktu pembangkit dasar gagal beroperasi, masih ada pembangkit peak load yang akan membantu dan menopang beban listrik agar tetap mengaliri seluruh wilayah yang menjadi jalur kelistrikan dari PLN.

"Kalau disiapkan dia tiba-tiba yang base load nya fail, Ya peak-nya kita operasikan jadi base semua. Walaupun itu mahal," lanjutnya.

Baca: Pantau Hilal, Jadwal Awal Puasa Ramadan Diprediksi Serentak 17 Mei 2018

Tidak hanya dari sisi sistem pembangkit saja, Riza pun menambahkan juga akan menyiapkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya.

"Pertama yang kami siapkan dari sisi pelayanan gangguan terhadap pelanggan. Misalnya pelanggan tersebut instalasinya atau rumahnya padam, ini sudah kami siapkan dengan tim yang ready," pungkasnya.

Satu tim yang terdiri dari 2 orang tersebut meliputi satu bidang khusus untuk melayani pelanggan.

"Kemaren kita juga sudah launching di Balikpapan ya. Itu ada tim pasang barunya, perubahan dayanya, kemudian ada tim untuk pemeriksaannya. Semua lengkap. Jadi itu nanti yang terus kerja patroli. Satu regu 2 orang, setiap hari ada 4 regu," ujarnya.

Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help