Darurat Narkoba

Irianto Setuju Bandar Narkoba Dihukum Mati, Ini Kata Kapolda

Dengan begitu kata Irianto, tindakan tegas bisa memberi efek jera terhadap siapapun pihak yang mengedarkan narkoba.

Irianto Setuju Bandar Narkoba Dihukum Mati, Ini Kata Kapolda
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit saat memusnahkan barang bukti sabu-sabu di Mapolda Kaltara/Mapolres Bulungan, Rabu (16/5/2018). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mendukung agar bandar-bandar besar narkoba bisa ditindak tegas dengan hukuman mati oleh aparat penegak hukum.

Dengan begitu kata Irianto, tindakan tegas bisa memberi efek jera terhadap siapapun pihak yang mengedarkan narkoba.

Irianto enggan generasi-generasi muda di Kalimantan Utara masa depannya menjadi 'rusak' karena pengaruh narkoba.

"Saya setuju hukuman mati terutama untuk bandar besar," kata Irianto saat disua di Mapolda Kalimantan Utara/Mapolres Bulungan, Rabu (16/5/2018).

Baca: Desk Pemilu Diminta Antisipasi Anjloknya Jumlah Pemilih

Di lain sisi, korban peredaran narkoba atau dengan kata lain pengguna narkoba, lanjut Irianto, selama masih bisa didampingi dan direhabilitasi, maka patut dilakukan.

"Selama saya Penjabat Gubernur dan Gubernur sudah ada 5 ASN yang diberhentikan dengan tidak hormat karena memakai sekaligus mengedarkan. Kita serahkan ke aparat penegak hukum. Begitu ada putusan pengadilan, langsung juga diberhentikan dengan tidak hormat," sebutnya.

Terhadap pemusnahan barang bukti narkoba dan jenis sabu-sabu dan minuman keras, Irianto memberi apresiasi kepada kepolisian.

Irianto cukup kaget polisi berhasil mengungkap produsen minuman oplosan di Tanjung Selor.

"Itu tidak terlepas dari jajaran kerjasama aparat keamanan dan masyarakat," sebutnya.

Baca: Bahas KLHS Untuk RPJMD, Solusi Banjir dan Lubang Eks Tambang Akan Disertakan

Irianto berharap, dengan keterbatasan Kalimantan Utara sebagai daerah otonom yang baru saja menyandang otonomi penuh tidak menyurutkan semangat jajaran kepolisian dan masyarakat bersama-sama memberantas narkoba dan minuman keras.

"Karena darurat narkoba sudah ditegaskan Pak Presiden sebagai pimpinan tertinggi di negeri ini. Itu harus kita jalankan," katanya.

Soal hukuman mati terhadap bandar besar, Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit mengaku polisi tetap pada jalurnya sebagai institusi yang melakukan penyidikan dan penyeledikan kasus.

Dalam setiap kasus yang ditangani, polisi menerapkan pasal yang tegas untuk para tersangka.

"Tetapi yang memutuskan hukuman mati itu adalah hakim. Kita memangkap, sampai kita serahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Untuk hukumannya, nanti ada di hakim," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help