Piala Dunia 2018

Gara-gara Warga Kampung Beda Tim Jagoan di Piala Dunia, Terjadi Bentrokan Hingga Berujung Korban

Bendera Brasil dan Argentina nampak terpasang di negeri itu menjelang terselenggaranya piala dunia.

Gara-gara Warga Kampung Beda Tim Jagoan di Piala Dunia, Terjadi Bentrokan Hingga Berujung Korban
EA Sports
Ilustrasi. Piala Dunia 2018 

TRIBUNKALTIM.CO - Warga Bangladesh terlibat bentrokan intern akibat tawuran dan harus memakan korban.

Hal tersebut dipicu lantaran perbedaan tim yang mereka dukung saat Piala Dunia 2018.

Penggemar Brasil dan Argentina tersebut terlibat tawuran menggunakan golok, alhasil seorang pria dan anak laki-lakinya menjadi korban.

Bendera Brasil dan Argentina nampak terpasang di negeri itu menjelang terselenggaranya piala dunia.

Mereka mengibarkan bendera tersebut untuk menunjukkan loyalitas mereka pada tim yang mereka dukung.

Bahkan, warga kota Madarganji, wilayah utara Bangladesh, menggelar konvoi dengan mengibarkan bendera negara peserta piala dunia.

Kepala kepolisian setempat, Mohammad Rafique berupaya menghentikan aksi tersebut.

"Mereka menggelar pertemuan untuk merencanakan kegilaan baru. Anda bisa merasakan kegembiraan sekaligus ketegangan di seluruh kota," ujarnya.

Baca juga:

Jadi Venue Hajatan Global Lintas Benua, Intip 5 Stadion Sepak Bola Termegah di Rusia

Sisi Lain Diplomasi Baru AS-Korea Utara; Ternyata Kim Pakai Sepatu Hak Tinggi Saat Bertemu Trump

Beda Pandangan dengan Tim Pelatih Timnas, Kahn: Jelas Saya Akan Pasang Ter Stegen Jadi Kiper Utama

Bingung Nikmati Libur Lebaran di Balikpapan? Kunjungi Tempat Ini; Gratis, Indah, dan Menyehatkan

Bahkan banyak dari warga Bangladesh tak mengetahui letak Brasil atau Argentina, namun mereka sangat mencintai kedua negara tersebut.

Antusiasme warga Bangladesh dalam empat tahun sekali, memang lebih menunjukkan memilih sepak bola daripada memilih kriket.

Sementara itu, Universitas Barisal di wilayah selatan Bangladesh melarang tujuh ribu mahasiswanya mengibarkan bendera asing di dalam kampus.

"Pemerintah seharusnya melarang warga mengibarkan bendera asing di seluruh wilayah Bangladesh," kata Rektor Universitas Barisal, SM Imamul Haq.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/ Yulita Futty Hapsari)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help