Tak Cuma Piala Dunia, Ini yang Bikin Heboh Dunia dari Rusia

Rusia menghebohkan dunia lewat rudal ciptaannya. Nama sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400, begitu ramai diperbincangkan.

Tak Cuma Piala Dunia, Ini yang Bikin Heboh Dunia dari Rusia
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia. 

TRIBUNKALTIM. co - Rusia saat ini jadi pusat perhatian dunia. Perhelatan Piala Dunia 2018 jadi penyebabnya. Tapi bukan cuma itu, Rusia juga menghebohkan dunia lewat rudal ciptaannya.

Awal Juni lalu, nama sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400, begitu ramai diperbincangkan dunia. Sebab, kecaman hingga ancaman dilontarkan sejumlah negara kepada negara lain yang hendak membeli sistem rudal berkode NATO SA-21 Growler tersebut.

Antara lain Arab Saudi yang mengancam bakal mengerahkan militer kepada Qatar jika Qatar berniat membeli S-400 dari Rusia. Kemudian, Amerika Serikat ( AS) yang memperingatkan Turki dan India untuk tidak membeli sistem rudal berharga 400 juta dollar AS atau Rp 5,5 triliun per unit tersebut.

Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400.
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400. (Sputnik/Alexey Malgavko)

Sebab, Rusia masuk ke dalam Peraturan Pelarangan Pembelian Senjata Melalui Sanksi (CAATSA) bersama dengan Iran dan Korea Utara (Korut). Bahkan, Negeri "Paman Sam" mengancam tidak akan menjual jet tempur yang diklaim paling canggih, F-35, kepada Turki.

Baca: Penyanyi Robbie Williams Ikut Tampil di Pesta Pembukaan Piala Dunia 2018

Baca: 11 Orang Meninggal di Wilayah Kota Penyelenggara Piala Dunia, Aparat Rusia Lakukan Penyelidikan

Lalu apa yang membuat sistem pertahanan tersebut begitu diinginkan oleh negara-negara seperti Qatar maupun India? Dilansir Russian Today, Kamis (7/6/2018), S-400 merupakan senjata canggih yang dikembangkan Negeri "Beruang Merah".

Sistem tersebut bisa merontokkan pesawat tempur lawan dari jarak 400 kilometer dan rudal balistik dari jarak 60 kilometer.

S-400 Triumf merupakan sistem yang terdiri dari radar multifungsi, sistem pendeteksi mandiri, rudal anti-serangan udara, tabung peluncur, dan kendaraan komando. S-400 mampu menembakkan empat jenis rudal, tergantung target yang dihadapi, untuk memberikan pertahanan berlapis.

Pada April lalu, pejabat militer anonim berujar, pasukan Rusia mendapat rudal jenis baru yang bisa menghancurkan sasaran di orbit rendah. Sebuah unit S-400 dapat mendeteksi target dari jarak 600 kilometer, dan mampu menghancurkan 36 sasaran secara simultan.

Sistem pertahanan ini diklaim dua kali lebih efektif dari pendahulunya, S-300, dan bisa disiagakan hanya dalam waktu 5 menit.

Dikembangkan sejak akhir 1980-an, S-400 mengalami penyempurnaan proyek pada Februari 2004. Kemudian pada 2007, sistem itu diaktifkan secara resmi. Setiap rudal yang ditembakkan dari sistem itu bisa melaju hingga 14 kali kecepatan suara, dan diklaim lebih hebat dari sistem pertahanan milik AS, Patriot.

Presiden Turki Erdogan
Presiden Turki Erdogan ()
Halaman
12
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help