Turki Ubah Sistem Pemerintahan dari Parlementer ke Presidensial, Fahri Hamzah: Itu Ide Erdogan
Fahri juga menambahkan bahwa dalam waktu 3 jam, hasil pemilu di Turki sudah bisa dilihat.
TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentarnya terkait pemilihan umum (pemilu) Turki, Minggu (24/6/2018).
Komentar tersebut diungkap Fahri melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah.
Fahri mengatakan bahwa perubahan sistem pemerintahan Turki ke sistem presidensial adalah ide Erdogan.
Ia menganggap parlementer kurang kuat.
"Perubahan ke sistem presidensial seperti kita itu ide Erdogan. Sejak awal ia melihat sistem parlementer kurang stabil dan negara berpenduduk 80 juta lebih itu memang berbatasan dengan wilayah konflik. Parlementer dianggap kurang kuat," tulis Fahri Hamzah.
Fahri juga menambahkan bahwa dalam waktu 3 jam, hasil pemilu di Turki sudah bisa dilihat.
Penguasa baru akan segera diketahui.
Fahri mengkaitkan pemilu serentak ini mirip di Indonesia yang akan terjadi tahun depan saat parlemen dan presiden dipilih secara bersamaan.
Fahri juga menambahkan, tahun ini Turki mulai menuju ke sistem pemerintahan presidensial.
"Sodara-sodara dalam 3 jam hasil pemilu Turki mulai bisa dilihat....penguasa baru akan ketahuan...sebab ini pemilu serempak mirip Indonesia tahun depan....parlemen dan presiden dipilih bareng....tahun ini Turki mulai menuju presidensial," tulis Fahri.
Sementara itu, menjelang pemilu 2019 di Indonesia, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Sementara ( DPS) dan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) dalam Pemilu 2019 mencapai 186.379.878 pemilih, seperti dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com.
Dari angka tersebut, jumlah pemilih laki-laki mencapai 92.213.263 pemilih, sementara jumlah perempuan mencapai 93.166.615 pemilih.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, jumlah DPS dalam negeri adalah 185.098.281 pemilih.
"Jumlah pemilih kita untuk DPS dalam negeri, pemilih laki-laki 92.547.103 dan perempuan 92.551.178," kata Arief dalam pembukaan rapat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2018).
Adapun untuk DPS luar negeri, jumlah pemilih laki-laki mencapai 666.160 orang dan pemilih perempuan mencapai 615.437 orang.
Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) mencapai 338, titik kotak suara keliling mencapai 461, dan titik pos mencapai 154. (Tribunwow/Tiffany Marantika)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Perubahan Sistem Pemerintahan Turki dari Parlementer ke Presidensial, Fahri Hamzah: Itu Ide Erdogan