Pemerintah AS Tak Kunjung Cabut Sanksi Ekonomi, Media Korea Utara Lontarkan Sindiran

Situs propaganda lain, Uriminzokkiri, mengatakan Korut sudah berusaha membuka diri demi perdamaian dan keamanan dunia.

Pemerintah AS Tak Kunjung Cabut Sanksi Ekonomi, Media Korea Utara Lontarkan Sindiran
TodayOnline/Reuters
Jabat tangan yang akan menjadi sejara, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Selasa (12/6/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO - Media Korea Utara ( Korut) mengecam sikap Amerika Serikat (AS) yang masih belum mencabut sanksi ekonomi atas mereka.

Situs propaganda Korut Meari, seperti dikutip Yonhap Senin (25/6/2018), menyatakan pentingnya untuk membangun kepercayaan antar dua negara.

Meari mendorong agar deklarasi bersama yang dibuat Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un 12 Juni lalu bisa segera diimplementasikan.

"Pertemuan AS-Korut merupakan terobosan bersejarah karena mengakhiri permusuhan, dan menjadi landasan hubungan bilateral dua negara," ulas Meari.

 

Baca juga:

Koleksi Kartu Kuning Bisa Ganjal Perjuangan Tim Tango Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2018

Pelatih Inter Gembira Radja Nainggolan Merapat, Spalletti: Dia adalah Ninja!

Demi Menunjang Kelancaran Pilgub Kaltim 2018, TNI Siap Kerahkan Helikopter

Merebak Stigma 'ASN Kerja - Tidak Kerja Tetap Gajian', Yusriansyah: Hilangkan Stereotipe Itu!

Situs tersebut juga menekankan rezim Kim siap mengambil kebijakan timbal-balik jika AS berusaha meningkatkan hubungan bilateral.

Selain Meari, situs propaganda lain, Uriminzokkiri, mengatakan Korut sudah berusaha membuka diri demi perdamaian dan keamanan dunia, serta masa depan mereka.

Komentar dua media propaganda Korut itu terjadi setelah Trump memutuskan untuk memperpanjang masa "darurat nasional" hingga 2019.

Masa darurat merupakan program untuk mewaspadai Korut yang dimulai sejak 2008, dan selalu diperbarui Presiden AS setiap tahunnya.

Setiap kali seorang Presiden AS memutuskan untuk memperpanjang masa darurat tersebut, maka perintah eksekutif itu bakal diikuti sanksi ekonomi.

Trump memutuskan memperpanjang masa darurat itu karena keberadaan senjata nuklir di Semenanjung Korea, dan kebijakan Pemerintah Korut.

"Mereka terus menunjukkan ancaman luar biasa ke keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS," kata Trump dalam keputusan eksekutifnya. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AS Tak Kunjung Cabut Sanksi, Media Korut Lontarkan Sindiran

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved