Pilgub Kaltim 2018
Ada Serangan Fajar, Kepolisian Bakal Lakukan Operasi Tangkap Tangan
Praktik money politic bukan tidak mungkin terjadi pada Pilgub Kaltim 2018.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Januar Alamijaya
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Praktik money politic bukan tidak mungkin terjadi pada Pilgub Kaltim 2018.
Terlebih pada saat pencoblosan, Rabu (26/7/2018) besok. Istilah serangan fajar mencuat jika mengacu pada money politic jelang pencoblosan.
Tak ingin praktik kotor tersebut terjadi, kepolisian telah jauh hari membentuk Satgas Money Politic, yang dibentuk sebagai upaya menekan dan antisipasi terjadi money politic tersebut.
Baca: Nonton Bola sambil Ngemil? Ini 7 Macam Kudapan Rusia, Ada yang Mirip di Indonesia Loh. . .
Satgas tersebut terdiri dari beberapa satuan di Polres, yakni Satreskrim, Satintelkam, dan satuan lainnya, serta personel Brimob.
"Itu isinya campuran anggota kita, dengan Brimob, untuk mencegah praktik money politic," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Selasa (26/6/2018).
Lanjut dia menjelaskan, pihaknya pun sudah siap untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum yang melakukan praktik money politic.
Baca: 7 TPS di Balikpapan Dinyatakan Rawan Politik Uang, Ini Lokasi-lokasinya
"Ada serangan fajar, kita OTT. Itu bentuk pidana," tegasnya.
Dia menjelaskan, sejauh ini situasi kondisi di Samarinda jelang pencoblosan masih stabil dan kondusif.
"Belum ada riak-riak sejauh ini, aktivitas masyarakat berlangsung normal," tutupnya. (*)