Pilgub Kaltim 2018
Menang Versi Hitung Cepat, Ini Rencana Jangka Pendek Isran Noor
Disebutnya, persoalan pembangunan adalah hal-hal yang memerlukan perhatian khusus dari Gubernur.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa hal yang nantinya akan dilakukan Isran Noor ketika dirinya dilantik menjadi Gubernur juga ikut disampaikan Isran, saat ditemui di kediamannya, Kamis (28/6/2018).
Hal-hal tersebut juga merupakan apa yang pernah ia sampaikan ketika bertemu masyarakat di beberapa daerah.
Salah satunya, adalah persoalan RS Islam yang di kepemimpinan Awang Farok terpaksa tak operasional akibat perpindahan aset ke RSUD AW Syahranie,
"RS Islam itu pasti. Dua hari usai saya dilantik, itu akan saya siapkan untuk operasional. Seluruh proyek juga akan dievaluasi. Program- program yang yang belum selesai akan dievaluasi. Apapun risikonya akan saya ambil," ucapnya.
Pun demikian dengan Masjid Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu.
"Saya tak akan membangun sesuka-suka saya. Termasuk membangun Masjid di Kinibalu. Tidak, tak bakalan," ucapnya.
Baca juga:
Uji Materi Ditolak MK, Ketua DPP Demokrat Makin Yakin JK-AHY Pas Berduet di Pilpres 2019
Perkenalkan Jajaran Pelatih Anyar Borneo FC U-19, Ini Kata Nabil
Hasil Quick Count Tunjukkan Keunggulan Ridwan Kamil, Begini Respon Sudrajat
Sandiaga Uno Rayakan Ulang Tahun ke-49, Fan Persija Tagih Janji Stadion Baru
Bahkan, ia sampaikan juga akan bernada menyetop proses pembangunan hotel yang ada di samping Islamic Center Samarinda.
"Kugagalkan. Mana ada hotel di samping masjid di Indonesia, yang boleh ada hotel di samping masjid itu hanya di Madinah dan Mekkah saja," ucapnya.
Disebutnya, persoalan pembangunan adalah hal-hal yang memerlukan perhatian khusus dari Gubernur.
"Jadi tak bisa asal-asalan, semau-mau Gubernur. Saya akan bangun apa yang benar-benar diinginkan masyarakat. Jadi, ide pembangunan itu justru datang dari bawah (masyarakat)," katanya. (*)