Pilgub Kaltim 2018

Datangi Kantor Bawaslu, Gubernur Awang Faroek Laporkan Hal Ini

Dalam FGD tersebut, Awang menyebut bahwa ada indikasi terjadi money politics dalam Pemilihan Gubernur

Datangi Kantor Bawaslu, Gubernur Awang Faroek Laporkan Hal Ini
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak keluar ruangan rapat usai memberikan keterangan kepada komioner Bawaslu Kaltim, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Awang Faroek Ishak akhirnya mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim , Jalan MT Haryono, Jumat (6/7/2018).

Dengan mengendarai Toyota Alphard hitam bernomor Polisi B 317 AFI, Awang yang didampingi beberapa orang staf tiba di kantor Bawaslu Kaltim sekitar pukul 08.40 Wita.

Tak berselang lama, Awang langsung masuk ke ruangan rapat Bawaslu Kaltim dan menggelar pertemuan secara tertutup dengan Ketua Bawaslu Kaltim Saipul dan komisioner Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung dan Hari Darmanto.

Kedatangan Gubernur Awang Faroek ini untuk dimintai keterangan seputar pernyataannya di dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Menjaga Kondusifitas Kaltim Pasca Pemungutan Suara Pilkada Serentak Tahun 2018", yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Senin (2/7/2018) lalu.

Baca: Isran Noor Sebut Keluarga Awang Faroek Sudah Ucapkan Selamat

Dalam FGD tersebut, Awang menyebut bahwa ada indikasi terjadi money politics dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018.

Kaitannya dengan dugaan money politics tersebut, Awang menyebut bahwa dia juga mendapat informasi adanya pengiriman uang dengan menggunakan kargo dari negara Singapura. Selain itu, Awang juga menyebut bahwa dia menerima laporan intelijen, seputar adanya money politics yang terjadi di Pilgub Kaltim.

Ketika ditemui usai dimintai keterangan selama sekitar 1,5 jam, Awang menyebut bahwa kedatangannya adalah untuk menghargai Bawaslu Kaltim. Dia juga memastikan bahwa pengiriman uang dari luar negeri benar-benar terjadi.

"Silahkan ditindaklanjuti. Saya kan mengatakan kejadian itu ada, terjadi," ujarnya.

Baca: Peringati HUT ke 60 Kodam Mulawarman, Kodim Sangatta Gandeng Masyarakat Bersih-Bersih Masjid

Namun sayangnya, Awang Faroek tidak membawa bukti fisik apapun untuk memperkuat pernyataannya. Kepada Bawaslu, Awang hanya menyampaikan bahwa telah ditemukan adanya beberapa uang rupiah dengan nomor seri yang berbeda warna yang beredar di masyarakat. Namun lagi-lagi, pernyataan Awang ini juga tidak disertai bukti pendukung.

Awang menyebut, informasinya ini bisa menjadi bahan laporan pasangan calon (paslon) yang berlaga di Pilgub Kaltim untuk membuat laporan ke Bawaslu. Selain itu, informasi ini juga bisa menjadi bahan bagi instansi terkait untuk melakukan penelusuran yang lebih jauh.

Baca: Peringati HUT ke 60 Kodam Mulawarman, Kodim Sangatta Gandeng Masyarakat Bersih-Bersih Masjid

"Ada uang rupiah yang berbeda seri, yang satu berwarna hitam yang satu berwarna merah. Didapat dari masyarakat. Ada Rp.100 ribu, Rp.200 ribu ada yang sampai Rp.500 ribu. Itu kan bukti awal yang bisa ditelusuri. Soal dia masuk lewat kargo, siapa yang bisa mengontrol. Kalau pesawat dari luar negeri turun, dia nggak lewat sistem di bandara, nggak lewat X-Ray," ujarnya.

Untuk informasi intelijen yang juga menyebut ada kecurangan di Pilgub Kaltim, juga dibenarkan Awang. Hal itu juga sudah disampaikan ke Bawaslu. Namun dia menyebut bahwa intelijen dimaksud berasal dari internal Pemerintah, dan bukan intelijen TNI atau Kepolisian.

Baca: Awang Faroek Lempar Isu Dugaan Money Politic di Pilgub Kaltim, Isran Noor : Biarkan Saja

"Saya kan pasti punya intelijen sendiri, Kepolisian punya intelijen sendiri. Polisi pasti lapornya ke Kapolda, Tentara lapornya ke Korem dan ke Kodam. Mana boleh saya mau mencampuri. Kita saling menghormati," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help