Gagal Umrah, Calon Jemaah ATM Mengadu di Diskusi dengan Universitas Airlangga

Sekitar sembilan orang perwakilan jemaah ATM travel umroh mengadu dalam Focus Group Discussion (FGD

Gagal Umrah, Calon Jemaah ATM Mengadu di Diskusi dengan Universitas Airlangga
Tribun Kaltim/Budi Susilo
Jemaah travel umroh ATM mengadu dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemkot Balikpapan-Universitas Airlangga di Hotel Tjokro Balikpapan pada Senin (9/7/2018) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Sekitar sembilan orang perwakilan jemaah ATM travel umroh mengadu dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemkot Balikpapan-Universitas Airlangga, atas nasibnya yang gagal pergi berangkat umroh.

Rahmansyah, juru bicara jemaah gagal umroh ATM Balikpapan, menuturkan, sudah ada kebijakan yang diambil investor baru ATM namun belum menghasilkan kepuasan.

"Tidak ada satupun investor baru yang bisa dipegang janjinya. Tidak ada satupun keputusan yang menguntungkan bagi jamaah," tegasnya di FGD Hotel Tjokro Balikpapan pada Senin (9/7/2018) pagi.

Baca: Genap Berusia 50 Tahun, Ini Harapan Sekda PPU

Selama ini, katanya, pertemuan investor terbaru ATM travel umroh tidak pernah melibatkan para jemaah yang gagal berangkat umroh.

Keputusan yang diambil akhirnya pun tidak menguntungkan dari sisi jamaah. Seperti halnya kerugian dalam pembiayaan ibadah umroh yang sudah dianggap membayar lunas ada tambah-tambahan lagi biaya yang dianggap tidak masuk akal.

"Bantu kami. Kami sudah jenuh, sudah ada keputusasaan. Kami hanya punya pilihan satu saja saat ini, melapor ke polisi," ujarnya.

Dia pun menuturkan, "Kami terus berupaya. Semoga saja pihak yang terkait bisa membantu kami mencari solusi," tegasnya. 

Baca: Ada Driver Ojek Online Sebut Ivan Gunawan Suami Ayu Ting Ting, Begini yang Ditulisnya

Para jamaah gagal berangkat umroh, ingin adanya keterlibatan DPRD Balikpapan dengan harapan kebijakan yang dibuat investor baru ATM tidak hanya menguntungkan satu pihak saja.

"Tolong kami diberikan mediasi terhadap investor baru supaya bisa dimusyawarahkan," kata Rahmansyah.

Menanggapi hal itu, Al Jabar, Sekretaris Komisi I DPRD Balikpapan yang berposisi sebagai moderator FGD memberikan saran untuk segera berkoordinasi dengan pihak Komisi IV DPRD Balikpapan supaya bisa dimediasikan.

Baca: Persiapkan Pelantikan Bupati dan Wabup PPU, Ini Harapan Sekda

"Tolong nanti habis ini koordinasi dengan Komisi IV supaya bisa dimediasi, dipertemukan jemaah sama investornya. Cari solusi dimedasi sama dewan," tegasnya.

Penulis: Budi Susilo
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved