Piala Dunia 2018

Final Piala Dunia, Kesempatan Kroasia Balas Dendam setelah 20 Tahun Dikalahkan Prancis

FINALIS Piala Dunia 2018 sudah ditentukan. Prancis dan Kroasia akan bertemu di laga pamungkas pada Minggu (15/7) mendatang.

Final Piala Dunia, Kesempatan Kroasia Balas Dendam setelah 20 Tahun Dikalahkan Prancis
Kolase Instagram @hns_cff dan @lukamodric10
Paul Pogba dan Luka Modric akan saling bentrok dalam laga final Piala Dunia 2018 antara Perancis vs Kroasia. 

TRIBUNKALTIM.CO - FINALIS Piala Dunia 2018 sudah ditentukan. Prancis dan Kroasia akan bertemu di laga pamungkas pada Minggu (15/7) mendatang. Prancis melaju ke partai puncak setelah mengandaskan Belgia di semifinal. Sedangkan Kroasia melangkah ke final untuk pertama kalinya usai mengandaskan perlawanan Inggris.

Pertemuan Prancis dengan Kroasia ini pun langsung mengingatkan publik kepada duel panas keduanya semifinal edisi 1998. Kala itu di hadapan sekitar 76 ribu penonton di Stadion Stade de France, Prancis menang 2-1 atas Kroasia. Lilian Thuram menjadi pahlawan kemenangan Les Bleus dengan dua golnya di menit 47 serta 69, padahal Kroasia lebih dulu unggul lewar aksi Davor Suker.

Prancis sendiri akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Brasil di babak final. Sementara Kroasia merebut peringkat ketiga setelah menumbangkan Belanda lewat drama adu penalti.

Baca: Tiga Pemain Timnas U-19 Indonesia Gagal Eksekusi Penalti, Malaysia Melangkah ke Final Piala AFF

Tepat 20 tahun berlalu, kesempatan bagi Kroasia menebus kegagalan atas Prancis akhirnya datang juga. Dengan skuat yang lebih matang dan tim yang lebih perkasa, misi balas dendam sangat mungkin diwujudkan. Misi balas dendam itu bahkan sudah diusung Kroasia sebelum mereka mengalahkan Inggris dini hari kemarin.

Sebelum pertandingan melawan Inggris itu, Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic sempat mengunjungi hotel tempat Luka Modric dkk menginap dan mengajak semua pemain untuk balas dendam ke Prancis. "Kita mungkin punya kesempatan untuk membalaskan dendam di final menghadapi Prancis, dendam yang sudah bertahan 20 tahun lalu," kata Plenkovic dilansir dari Sportskeeda.com.

Pelatih Zlatko Dalic sendiri mengakui timnya ingin menghapus kenangan pahit Vatreni pada dua dekade silam. Dalic sendiri kala itu masih menjadi suporter bagi Davor Suker dkk. "Pada 1998, saya ada di Prancis untuk tiga pertandingan awal sebagai seorang suporter.

Semua orang di Kroasia mengingat laga itu, saat Thuram mencetak gol dan kami kalah 1-2," kata Dalic di situs FIFA. "Itu menjadi topik bahasan selama 20 tahun terakhir. Saya ingat saat kami merayakan gol Suker, tapi kami segera terduduk lagi karena berhasil disamakan."

Baca: 16 Juli 2018, Cristiano Ronaldo akan Diperkenalkan di Markas Juventus

Dalic berjanji timnya akan menampilkan performa terbaik di laga final nanti. "Kedua tim sudah menunjukkan kualitas mereka, kami tak mengusung misi balas dendam. Inilah sepakbola, inilah olahraga. Yang harus kami lakukan adalah bersiap untuk menampilkan performa terbaik kami di pertandingan final," dia menambahkan.

Misi balas dendam yang diusung Kroasia itu jelas bukan perkara mudah untuk diwujudkan. Selain memiliki gaya permainan yang hampir sama dengan Kroasia, yakni mengandalkan serangan balik cepat dari sayap, Prancis juga serta memiliki skuat dan permainan yang solid.

Baca: Putuskan Pensiun dari MotoGP, Dani Pedrosa Ucapkan Terima Kasih kepada Penggemar dan Timnya

Dengan segala kekurangan tersebut, Kroasia terancam tak bisa memainkan level terbaik mereka di laga puncak melawan Prancis. Meski demikian, Kroasia telah menegaskan bahwa mereka bukan tim yang mudah dikalahkan hanya karena menjalani lebih banyak laga yang melelahkan. (tribunnews/dod)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved