Soal Bayi Gizi Buruk, Kabid Pelayanan Medis RSUD Ratu Aji Putri Botung Mengaku Belum Tahu

RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara (PPU) masih merawat Afrizan bayi umur 2 bulan yang menderita gizi buruk.

Penulis: Samir |
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara (PPU) masih merawat Afrizan bayi yang menderita gizi buruk. 

Laporan wartawan Tribunkaltim. Co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara (PPU) masih merawat Afrizan bayi umur dua bulan yang menderita gizi buruk.

Namun demikian, sampai sekarang bayi tersebut belum dirujuk di RSUD Balikpapan, padahal sebelumnya dokter telah meminta dirujuk namun ditolak orangtua bayi tersebut.

Saat ditemui di ruang perawatan Lili, Rabu (25/7/2018), ibu Afrizan, Ani sedang menggendong anaknya dan salah satu perawat sedang memberikan perawatan.

Baca: Jalan Alam Baru Somber Rusak, Dikucurkan Rp 1,3 Miliar untuk Perbaikan

Namun saat ditanya mengenai kondisi anaknya, Ani hanya terdiam tanpa memberikan jawaban.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr Lukasiwan mengaku, belum mengetahui bila ada bayi gizi buruk yang sedang dirawat di rumah sakit ini.

Alasannya, karena belum menerima laporan mengenai kondisi bayi tersebut.

"Saya belum bisa memberikan komentar karena laporannya juga saya belum tahu. Saya juga tidak tahu kalau ternyata ada bayi gizi buruk yang dirawat di sini," katanya lalu pergi meninggalkan wartawan.

Sebelumnya, nasib memprihatinkan dialami Afrizan yang baru berusia dua bulan.

Ia mengalami gizi buruk dan saat ini sedang dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung dan berat badannya hanya 2,4 kg.

Padahal saat dilahirkan dua bulan lalu, warga RT 01 Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam memiliki berat 2,9 kg.

Baca: Bongkar JPO Bundaran HI, Pelican Crossing Dibangun Pekan Ini

Ditemui di ruang perawatan Lili RSUD Ratu Aji Putri Botung, Selasa (24/7/2018), ibu kandung Afrizan, Ani (48) mengaku saat anaknya dilahirkan baik-baik saja dan lahir secara normal.

Namun pada bulan pertama hanya naik 1 ons menajdi 3 kg, namun sebulan kemudian malah turun menjadi 2,4 kg.

Ani mengaku selama ini memang hanya memberikan ASI tanpa makanan tambahan.

Ia mengaku jangankan memberikan makanan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat susah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved