Postingan Tiga Pengamat terhadap Gaya Pertemuan Kubu Jokowi dan Kubu Prabowo

Bandingkan postingan tiga pengamat tentang pertemuan kubu Jokowi dan kubu Prabowo, disini tampilang komantar mereka via twitter.

kolase tribunnews.com
Gaya pertemuan antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo Subianto. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA--  Pertemuan antara Jokowi dan para elite partai serta Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Rustam Ibrahim, Tamrin Tomagola, dan Ferdinand Hutahaean memberikan perbandingan.

Kadiv Humas Advokasi Demokrat, Ferdinand mengunggah beberapa perbandingan foto melalui Twitternya, @LawanPolitikJKW, Senin (30/7/2018).

Ferdinand mengunggah empat tautan foto antara kedua pertemuan itu.

Begini cuitan Ferdinand Hutahayan
Begini cuitan Ferdinand Hutahaeyan (twitter)

Tampak foto Joko Widodo (Jokowi) yang menerima Ketua Umum dari partai Perindo, PSI, dan PKPI yang disandingkan dengan foto Prabowo dengan SBY.

Di foto lain, tampak Jokowi yang duduk bersama dengan 6 elit politik, disandingkan dengan foto pertemuan SBY, Prabowo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lalu, dalam foto itu Ferdinand pun juga menuliskan perbandingan jika pertemuan Jokowi selalu dengan makanan, sementara pertemuan Prabowo selalu dengan buku.

"Pak Jokowi kalau ketemu pendukungnya selalu foto dengan makanan. Parahal di Maluku ada rakyat yang matinkatena kelaparan.

Pak SBY dan Prabowo selalu dengan Buku. Artinya rakyat harus dibangun jiwanya dan kecerdasannya supaya meningkat taraf hidupnya.

Postingan Rustam Ibrahim
Postingan Rustam Ibrahim (twitter)

@SBYudhoyono @prabowo," tulis Ferdinand.

Sementara itu, direktur LP3ES, Rustam Ibrahim turut memberikan perbandingan pertemuan dua kubu itu.

Rustam menganggap pertemuan yang dilangsungkan oleh Jokowi lebih santai dan tenang.

Sementara pertemuan yang dilakukan oleh Prabowo terlihat sibuk dan ribut.

"Sepanjang yang terlihat di atas permukaan politik, proses pemilihan Cawapres Jokowi berlangsung lebih santai dan tenang, sedangkan pemilihan Cawapres Prabowo berlangsung lebih sibuk dan ribut. Seperti misalnya ada diplomasi/kunjungan bolak-balik," tulis Rustam.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Sosiolog Guru Besar UI, Tamrin Tomagola.

Tamrin pun ikut membandingkan perbedaan pertemuan itu.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved