Asian Games 2018
Soal Reward Atlet Kaltim di Ajang Asian Games, Begini Penjelasan Zuhdi Yahya
Menurut Zuhdi, untuk mengusahakan reward menjadi PNS, perlu memperhatikan beberapa hal.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim menyumbangkan 65 nama; baik itu atlet, pelatih, manager, dan official teknik di Asian Games 2018.
Para atlet yang tergabung dalam Asian Games ini layak mendapatkan reward (penghargaan), apalagi jika mereka mampu menggondol medali di even terakbar se-Asia itu.
Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya menegaskan untuk reward atlet, pihaknya akan berusaha maksimal mewujudkan itu.
"Kami akan berusaha maksimal mengusahakan reward tersebut untuk para atlet. Pasti reward itu berbentuk dana, tapi sebenarnya dalam bentuk lain juga bisa," kata Zuhdi di sekretariat KONI Kaltim Jl Kesuma Bangsa Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (8/8/2018).
Reward yang dinanti para atlet tak lain yaitu kemudahan mendapatkan pekerjaan, terutama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Zuhdi, untuk mengusahakan reward menjadi PNS, perlu memperhatikan beberapa hal.
"Kalau PNS ini ya kita melihat kuota dulu, tidak bisa tiba-tiba. Kalau KONI Kaltim waktu itu kita kejar dan peluangnya ada, jatahnya ada. Bukan cuma PNS, ada juga sejumlah atlet yang bisa mendapatkan pekerjaan di BUMD seperti PDAM," ungkapnya.
Baca juga:
Setelah Putuskan Pensiun, Dani Pedrosa Dibidik Serius oleh Tim Ini
BREAKING NEWS - Skuat Persib Bandung Tiba di Hotel Mesra Samarinda
Ditawari Striker Senior Spanyol, Inter Milan Malah Pilih Pemain Belia AS Monaco
Setelah Tahu Sumedang, Giliran Warung Panjang Bukit Soeharto yang Akan Ditertibkan
Tak hanya itu, untuk menjadi PNS juga harus memperhatikan formasi yang dibutuhkan dan jalur yang akan ditempuh atlet untuk menjalani tes.
"Kebetulan atlet kita yang berpreatasi itu sudah banyak yang menjadi pegawai di Dispora. Jalurnya juga beda, kalau atlet, bukan jalur umum karena nanti persaingannya akan berat dengan yang umum," ucapnya.