Selasa, 28 April 2026

GMSS SKM dan Wapena Tanam 85 Bibit Pohon

Kegiatan tersebut lantaran kondisi ekosistem yang dialami Sungai Karang Mumus (SKM) dengan berbagai bentuk kerusakan.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/CAHYO WICAKSONO PUTRO
Anggota Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus(GMSS SKM) bersama Forum Wartawan Peduli Bencana (Wapena) melakukan penanaman pohon bungur, rengas kademba, putat, singkuang, di area lahan seluas 10x 10 meter hulu SKM jalan Muang Ilir Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kalimantan Timur, Minggu (26/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Cahyo Wicaksono Putro

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) dan Wartawan Peduli Bencana (Wapena) melakukan penanaman 85 bibit pohon dari 5 jenis berbeda di Jalan Muang Ilir, RT 27, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (26/8/2018).

Kegiatan tersebut lantaran kondisi ekosistem yang dialami Sungai Karang Mumus (SKM) dengan berbagai bentuk kerusakan dan sampah yang mengakibatkan hancurnya sumberdaya alam.

"Kalau manusia itu mau mendapat udara segar, air yang jernih, ya mereka harus sadar tentang kelestarian alam sekitar, khususnya kebersihan sungai karang mumus, karena sungai adalah sumber daya utama bagi manusia, juga makhluk Tuhan yang lainnya," ujar Misman, Ketua GMSS SKM.

Masyarakat Laporkan Kejanggalan Ijazah Pencalegan, Alung Siap Klarifikasi

Guna mengatasi permasalahan ini, GMSS SKM dan Wapena melakukan penanaman 85 bibit pohon antara lain bungur, rengas kedemba, putat, singkuang di lahan pinggir sungai dengan luas area tanah 10x10 meter.

"Kita akan melakukan restorasi ekosistem, dengan menanam beberapa jenis tanaman, yang gunanya, untuk memperbaiki ketersediaan air bersih. Dengan tanamkan kembali pohon di pinggiran sungai, sebagai sistem penyaring alami," ujar Misman.

Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru, Inilah 8 Fakta Peristiwa Tersebut

Fungsi alami sungai, yang telah rusak, menurut Misman harus di kembalikan ke asalnya, karena dari sungai, dua ekosistem lainnya, juga akan kembali dengan sendirinya.

Pria Sulit Temukan Cinta Sejati? Mungkin 5 Hal Ini yang jadi Penyebabnya

Liverpool dan Arsenal Menang di Kandang, Inilah Hasil Liga Inggris Sabtu 25 Agustus 2018

Hidup Nyaman di Perancis dan Sering Bepergian, Begini Cara Anggun C Sasmi Didik Sang Anak

"Sungai itu fungsi ekologis, kita sesuaikan kondisi sungai yang sebenarnya, dengan memperbaiki 3 ekosistem air, udara dan daratan, area sungai itu gunanya untuk berkembangbiakan ikan, bila perusakan sungai terus dilakukan, maka puluhan jenis ikan, akan menghilang secara keseluruhan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved