Dampak Gempa Sulteng, Buah dari Palu Langka di Balikpapan

Dampak gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah Jumat (28/9/2018) lalu juga merambat ke sektor ekonomi di Balikpapan.

Dampak Gempa Sulteng, Buah dari Palu Langka di Balikpapan
Tribun Kaltim/Andrias Hilbert Lapian
Pisang di Balikpapan merupakan pasokan dari Palu, namun kelangkaan beberapa jenis buah dari Palu membuat pedagang buah di pasar tradisional Klandasan Balikpapan harus memutar otak untuk mendapatkan stok buah. 

TRIBUNKALTIM.CO  - Dampak gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah Jumat (28/9/2018) lalu juga merambat ke sektor ekonomi di Balikpapan.

Pasalnya beberapa buah dan sayuran yang dijual di pasar tradisional merupakan kiriman dari Palu dan daerah Sulteng Lainnya mengalami kelangkaan.

Jenis buah yang mengalami kenaikan harga karena kelangkaan dampak dari bencana alam Sulteng diantaranya pisang, alpukat, dan mangga, serta beberapa jenis sayur lain.

Para pedagang di Pasar tradisional Klandasan terpaksa menaikkan harga beberapa jenis buah seperti Alpukat dan pisang hingga 10% hingga 25% dari harga semula.

Baca: Gempa Hari Ini, Gempa Situbondo Dipastikan BMKG tak Berkaitan dengan Gempa Palu

“Yang dari Palu itu pasti ada kenaikan pak untuk pisang sanggar, raja, ambon, yang semulanya 8.000 rupiah bisa jadi 9.000 rupiah, karena tidak bisa kirim langsung dari Palu, jadi kapalnya ke Mamuju dulu, biasanya langsung dari Palu, jadi naik beban ongkosnya”, jelas Muhammad Rizal salah satu pedagang pisang di Pasar Klandasan.

Sejumlah pedagang buah di pasar tradisional Klandasan Balikpapan mengeluhkan hal ini. Mereka mengakui bahwa untuk mendapatkan buah dari Palu memerlukan waktu hingga 2 hari. T

ak cukup hanya dengan menunggu, mereka juga dikenakan biaya transportasi. Hal ini yang membuat pedagang di Pasar Klandasan Balikpapan menaikkan harga. Ditambah alpukat dan khususnya pisang adalah 2 buah yang cukup banyak diminati oleh masyarakat Balikpapan.

“Kita harus tunggu dulu 2 hari juga kalau mau yang dari Palu, kayak mangga ini saya ambil dari Surabaya, tapi karena saingannya (Mangga dari Palu) tidak ada, jadi yang dari Surabaya ini naik harganya pak”, tambah Muhammad Rizal.

Baca: Relawan dan Tenaga Medis Asing Dilarang Masuk Palu dan Donggala, Ini Alasannya

Kelangkaan buah-buah dari Palu ini terasa berat untuk pedagang. Pasalnya pasokan buah dan sayuran terdekat dan melimpah untuk Balikpapan adalah dari Palu dan sekitarnya.

Abdul Malik, salah seorang pedagang buah di pasar Tradisional Klandasan Balikpapan mengatakan bahwa alpukat jualannya ia naikkan menjadi 35.000 rupiah per kilo, dari harga sebelumnya yaitu 25.000 rupiah per kilonya.

“Semua buah dari Palu belum ada mas ke Balikpapan, ya kita naikkan mas, karena susah dapatnya, stoknya ada dari Surabaya, dan tadi malam saya ambil dari Samarinda, tapi kalo dari Samarinda itu sedikit karena kapal kayu, dan lebih mahal juga ketimbang dari Kariangau (yang langsung dari Palu)”, ujar Abdul Malik.

Penulis: Andrias Hillbert Lapian
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help