STIE Madani Studi Banding ke Poltekba, Ingin Tahu Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus

Manajemen Politeknik Negeri Balikpapan menerima kunjungan studi banding manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani

STIE Madani Studi Banding ke Poltekba, Ingin Tahu Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus
Tribun Kaltim
Manajemen Politeknik Negeri Balikpapan dan STIE Madani foto bersama usai kegiatan diskusi pelaksanaan SPMI di gedung direktorat Politeknik Negeri Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Manajemen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menerima kunjungan studi banding manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani Balikpapan, Jumat, (9/11). Studi banding terkait pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di kampus.

Sebagaimana diketahui, Poltekba merupakan perguruan tinggi negeri pertama yang telah menjalankan SPMI di Kota Balikpapan. Dan ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif di Poltekba.

Ketua Pusat Pengembangan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (P4MP) Poltekba, Hadiyanto mengatakan, kegiatan ini jadi momentum Poltekba bersinergi dengan perguruan tinggi lain terkait sistem penjaminan mutu. Poltekba, diakuinya telah menjalankan SPMI walaupun juga masih ada keterbatasan dalam pelaksanaannya.

Baca: Kubu Prabowo Sebut Rakyat Lebih Takut Harga Sembako Ketimbang Genderuwo

"Tapi, dari penjelasan tadi terkait pelaksanaan SPMI di perguruan tinggi, kita memang lebih baik dan harapannya dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain di Kota Balikpapan" ujarnya.

Ia pun berharap, Poltekba dapat membuat pendampingan untuk perguruan tinggi lain di Kaltim, khususnya di Kota Balikpapan terkait pelaksanaan SPMI di kampus. Lanjut Hadi, Poltekba telah menerapkan SPMI tersebut sejak 2016 lalu, semenjak adanya Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Diakuinya, SPMI merupakan salah satu fungsi pengawasan mutu yang ada di perguruan tinggi untuk menilai kualitas pendidikannya. "Untuk penilaiannya, kalau di unit berkenaan dengan pelayanannya, sedangkan pada dosen berkaitan dengan pengajarannya atau perkuliahannya," jelasnya.

SPMI juga menilai proses pembelajarannya, diharapkan nantinya metode dan bahan pembelajaran yang disampaikan ke mahasiswa dapat sesuai dengan kondisi zaman dan lebih baik lagi.

Baca: UPDATE Cuplikan Gol dan Live Streaming Singapura vs Timnas Indonesia (1-0), Piala AFF 2018

Terdapat empat item dalam pelaksanaan SPMI di Poltekba, diantaranya perencanaan pembelajaran seperti RPS, kemudian monev pembelajaran seperti kuesioner mahasiswa, dan Audit mutu internal (AMI) serta Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

"Kedepan kita akan melengkapi standar turunan yang merupakan rincian dari standar wajib yang telah kita buat, sehingga saat di lapangan tidak bingung dalam mengaplikasikannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu STIE Madani, Dede Febriyanto mengaku mendapat banyak masukan dan pemahaman pelaksanaan SPMI di Poltekba. "Kita sudah menjalankan SPMI di kampus. Tapi setelah kita berdiskusi, ternyata masih banyak yang harus kita perbaiki terkait pelaksanaan SPMI di STIE Madani Balikpapan," ungkapnya.

Diakuinya, STEI Madani juga telah melaksanakan SPMI. "Kalau seperti RPS, Kuesioner mahasiswa dan RTM kita sudah menjalankan, tapi kita belum tahu dokumen itu untuk apa dan dimana," tuturnya.

Baca: Anies : Rumah DP 0 Rupiah Nyatanya Mungkin

Oleh karena itu ucap Febri, setelah melihat pelaksanaan SPMI di Politeknik Negeri Balikpapan, ia menilai pelaksanaannya lebih lengkap dan terbuka. "Makanya kita mau belajar disini. Saya berharap ada diskusi dan kerjasama lanjutan setelah ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved