Bandara APT Pranoto Beroperasi, Komponen Inflasi di Samarinda Bertambah

Komponen penyebab inflasi Samarinda, resmi bertambah. Hal ini seiring terbukanya rute penerbangan baru yang menghubungkan Samarinda

Bandara APT Pranoto Beroperasi, Komponen Inflasi di Samarinda Bertambah
Tribun Kaltim/Nevrianto
Pesawat Air Bus A320 Batik Air saat mendarat perdana dari Jakarta di Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur, Rabu( 21/11/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komponen penyebab inflasi Samarinda, resmi bertambah.

Hal ini seiring terbukanya rute penerbangan baru yang menghubungkan Samarinda dengan sejumlah kota besar lainnya di Tanah Air. Komponen inflasi tersebut berupa tiket angkutan udara.

Asisten Manajer Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw BI Kaltim, Dirwanta Firsta mengungkapkan, selama ini komponen angkutan udara hanya dihitung pada inflasi Balikpapan.

"Sekarang, dengan beroperasi penuhnya Bandara APT (Aji Pangeran Tumenggung) Pranoto, Samarinda juga ada komponen angkutan udaranya dalam pembentuk inflasi," kata Dirwanta.

Baca: Hari Ini Wings Air Terbang Perdana, Berikut Jadwal Penerbangan dari Bandara APT Pranoto Samarinda

Menurut Dirwanta, pergerakan harga tiket pesawat juga perlu diperhatikan. "Tentu harus dimonitor," katanya.

Hingga Oktober 2018, kata Dirwanta inflasi di Samarinda sudah mencapai 3,14 persen (year to date). Dirwanta berharap, inflasi disisa akhir 2018 ini tak menyentuh angka 1 persen. Diketahui, Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi diangka 3,5 persen, plus minus 1 persen.

Secara historis, menurut Dirwanta, pada November seharusnya Samarinda mengalami deflasi. "Tapi kita tunggu saja apakah benar deflasi atau tidak. Namun kalau merujuk historisnya sih biasanya deflasi. Semoga saja (deflasi)," kata Dirwanta.

Namun, kata Dirwanta, yang perlu diwaspadai adalah inflasi pada Desember. Berdasarkan pola historisnya, pada Desember, selalu terjadi inflasi.

"Ya semoga inflasi Desember ini tak sampai 1 persen," katanya lagi.

Komoditas yang patut diwaspadai menyumbang inflasi, kata Dirwan, masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni ayam dan telur.

"Mirip seperti tahun lalu. Yakni ayam dan telur," tuturnya.

Baca: Agar Cabai tak Selalu Jadi Sumber Inflasi Balikpapan, BI Beri Bantuan Screen House, Ini Fungsinya

Senada, Asisten Ekonimi dan Pembangunan Setkot Samarinda, Endang Liansyah menuturkan, pihaknya juga akan memonitor harga tiket pesawat di Bandara APT Pranoto.

Pasalnya, menurut perhitungan Endang, 70 persen penumpang yang selama ini lalu lalang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS), berasal dari Samarinda dan sekitarnya. Yakni Kukar, Kubar, Mahulu, Bontang dan Kutim. Sementara, tingginya penumpang ini belum dibarengi jumlah penerbangan yang memadai.

"Akhirnya hukum ekonomi yang terjadi. Penumpang banyak, penerbangan sedikit, tiket jadi mahal. Kita berharap jumlah flight nanti bisa ditambah," tutur Endang.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved