Untuk Endus Jamal Khashoggi, Perusahaan Israel Jual Software Mata-mata Rp 77 M ke Arab Saudi

Jamal Khashoggi diendus keberadaan melalui software spionase buatan NSO Israel yang dijual ke Arab Saudi seharga $ 55 juta (sekitar Rp 77 miliar).

Untuk Endus Jamal Khashoggi, Perusahaan Israel Jual Software Mata-mata Rp 77 M ke Arab Saudi
timesofinsrael.com
Seseorang menggunakan handphone nya di depan kantor NSO Group, penjual software mata-mata di Israel. 

TRIBUNKALTIM.CO, TEL AVIV-- Sebuah perusahaan Israel yang mengkhususkan diri untuk memproduksi alat spionase dunia maya, dilaporkan menegosiasikan kesepakatan bernilai jutaan dolar dengan Arab Saudi untuk menjual teknologi yang memungkinkan pemerintah meretas ponsel warga mereka, dan untuk mendengarkan panggilan serta percakapan telepon celuler.

Perwakilan dari Kelompok NSO yang berbasis di Herzliya mengadakan pertemuan dengan para pejabat Saudi di Wina dan, tampaknya, juga di Negara Teluk untuk merundingkan $ 55 juta penjualan perangkat lunak Pegasus 3 mereka, harian Haaretz melaporkan.

Hasil dari pembicaraan itu sekarang menjadi subyek gugatan oleh seorang pengusaha Eropa yang tidak disebutkan namanya dalam laporan itu, yang mengklaim dia membantu mengatur kontak awal antara dealer Israel dan pembeli Saudi, tetapi diduga dibekukan dari menerima komisi apa pun dalam kesepakatan itu. 

Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi (ABC News - Go.com)

Baca: Menlu Turki Sebut Jamal Khashoggi Dibunuh Dalam Waktu 7 Menit

Baca: Pembunuhan Jamal Khashoggi, Putra Mahkota Arab Dapat Ancaman dari Sesama Anggota Kerajaan

Baca: Pembunuhan Jamal Khashoggi dan Putra Mahkota yang Diancam Tak Naik Jabatan

NSO Group melahirkan banyak kontroversi dalam beberapa tahun terakhir, dengan pengawas internet Kanada Citizen Lab mengklaim bahwa perangkat lunak Pegasus yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut digunakan oleh sejumlah negara “dengan catatan hak asasi manusia dan sejarah perilaku kasar yang meragukan oleh negara layanan keamanan. "

Putra Mahkota Saudi Arabia Mohammad bin Salman mengunjungi galeri inovasi teknologi Arab Saudi, termasuk pameran oleh Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah, selama kunjungan ke Institut Teknologi Massachusetts di Cambridge, Mass., 24 Maret 2018.

Satu diantara terduga pembunuh Jamal Khashoggi seorang perwira AU Arab Saudi, LetnanMashal Saad al-Bostani, diberitakan tewas kecelakaan di Riyadh, sepulang dari Tukri 2 Oktober 2018 lalu.
Satu diantara terduga pembunuh Jamal Khashoggi seorang perwira AU Arab Saudi, LetnanMashal Saad al-Bostani, diberitakan tewas kecelakaan di Riyadh, sepulang dari Tukri 2 Oktober 2018 lalu. (hurriyetdailynews.com)

Baca: Wanita Mesir Klaim Menikah Diam-diam dengan Jamal Khashoggi

Baca: Kalimat Beri Tahu Bos Anda Terlontar di Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Baca: Pejabat Intelijen Saudi Syok Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pada 2017, perusahaan mata-mata cyber Israel bertemu beberapa kali dengan para tokoh Saudi di lokasi Eropa untuk membicarakan tentang penjualan berbagai teknologi, kata laporan itu.

Dalam satu pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Saudi untuk mengidentifikasi pengguna di balik akun Twitter anti-rezim sebagai cara untuk menunjukkan kemampuan teknologi mereka, kata laporan itu. Pada pertemuan lain, NSO Group mendemonstrasikan bagaimana ia dapat mengendalikan iPhone anyar karena diberi nomor telepon.

Menurut laporan itu, pada satu titik para pejabat Saudi ingin membawa ke Riyadh seorang pengusaha Israel yang berurusan dengan teknologi terkait pertahanan yang beroperasi melalui Siprus dan terlibat dalam negosiasi NSO.

Sementara Kementerian Pertahanan Israel, yang mengawasi penjualan teknologi keamanan di luar negeri, menolak menyetujui perjalanan itu, pengusaha itu dilaporkan mencarter pesawat dan menerbangkan pendiri NSO Shalev Hulio ke sebuah lokasi di Teluk selama tiga hari pertemuan pada Juni 2017.

DEMONSTRAN - Seorang demonstran berpakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memprotes atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki. Foto ini diambil pada 10 Oktober 2018_
DEMONSTRAN - Seorang demonstran berpakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memprotes atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki. Foto ini diambil pada 10 Oktober 2018_ (JIM WATSON/AFP)

Baca: Trump - Erdogan Bahas Pembunuhan Jamal Khashoggi, Erdogan Sebut Telah Kirimkan Rekaman Pembunuhan

Baca: Pangeran Mohammed Sebut Jamal Khashoggi Islamis Berbahaya terkena Operasi Liar

Baca: Ini Alasan Tunangan Jamal Khashoggi Tolak Undangan Donald Trump ke Gedung Putih

Selama pertemuan-pertemuan itu kesepakatan disepakati untuk menjual sistem Pegasus 3 kepada Saudi. Laporan itu tidak mengatakan kesepakatan akhirnya ditutup.

Halaman
12
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved