Tahun Baru 2019

Meniup Terompet Bisa Tertular Penyakit Kanker, TBC, atau HIV? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut Ini

Ada sebagian masyarakat yang mulai ragu meniup terompet karena ada isu yang beredar mengenai berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker mulut.

Meniup Terompet Bisa Tertular Penyakit Kanker, TBC, atau HIV? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut Ini
ISTIMEWA via Tribun Lampung
ilustrasi - Meniup Terompet Bisa Tertular Penyakit Kanker, TBC, atau HIV? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut Ini 

Meniup Terompet Bisa Tertular Penyakit Kanker, TBC, atau HIV? Simak Penjelasan Ilmiah Berikut Ini

TRIBUNKALTIM.CO -- Tahun baru identik dengan meniup terompet. Namun, kini kebiasaan ini berubah.

Ada sebagian masyarakat yang mulai ragu meniup terompet karena ada isu yang beredar mengenai berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, Human Immunodeficiency Virus (HIV), Tuberculosis (TBC) dan penyakit-penyakit menular lain yang ditularkan melalui terompet.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari F Syam menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Jika membaca informasi tersebut orang awampun sebenarnya sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa berita tersebut tidak benar," ujar Prof Ari kepada Wartakotalive.com (Tribunnews.com Network), Minggu (30/12/2018).

Ia mengatakan, kanker termasuk kanker mulut, lidah atau kanker darah tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain.

"Betul memang penyebab dari kanker mulut disebabkan oleh virus yang kita namakan virus Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang bisa menyebabkan kanker lidah, kanker amandel atau kanker tenggorokan tetapi penularan virus tersebut melalui mulut terutama melalui aktivitas seksual misalnya oral seks. Sedang penggunaan alat makan atau sedotan secara bersamaan tidak akan menularkan penyebaran virus tersebut," ujarnya.

Hidung Dian Nitami Dihina Netizen, Anjasmara Ancam Pemilik Akun Dilaporkan ke Polisi

 

Lalu bagaimana bila kita meniup terompet bekas orang yang terinfeksi virus tersebut?

Seperti diketahui, terompet sebelum kita beli pasti telah dicoba setidaknya oleh pembuat terompet atau calon pembeli yang lain.

"Orang yang meniup terompet habis ditiup oleh orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat tertular infeksi tersebut. Begitu pula penularan virus HIV penularan juga tidak mudah harus melalui hubungan seksual, jarum suntik, atau komponen darah yang ditansfusi dari satu pasien ke pasien lain," kata Prof Ari.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved