Libur Natal dan Tahun Baru Telah Usai, Tiket Pesawat masih Mahal, Ini Penyebabnya

Musim liburan Natal dan Tahun Baru telah usai. Aktivitas perkantoran dan sekolah sudah mulai berjalan seperti biasa.

Libur Natal dan Tahun Baru Telah Usai, Tiket Pesawat masih Mahal, Ini Penyebabnya
TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Penumpang memadati Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Selama 2 pekan libur Natal dan Tahun Baru setiap harinya rata-rata Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan melayani 19.129 penumpang per hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Musim liburan Natal dan Tahun Baru telah usai. Aktivitas perkantoran dan sekolah sudah mulai berjalan seperti biasa. Di dunia penerbangan biasa disebut masa low season. Namun, anehnya tarif harga tiket masih berada di angka sekitar Rp 1 jutaan.

Pantauan Tribun, harga tiket penerbangan rute Balikpapan-Jakarta per tanggal 12 Januari sore maskapai penerbangan Lion Air berada di angka Rp 1.524.000. Sementara, Citilink penerbangan pukul 14.40 Wita berada di angka Rp 1.690.100.

Penerbangan rute Balikpapan-Surabaya, harga terendah pada hari yang sama penerbangan 09.15 Wita Rp 1.381.000 dengan maskapai Lion Air. Penerbangan rute Balikpapan-Yogyakarta harga tiket terendah Rp 1.139.000.

Baca: Daftar 8 Tempat Paling Aneh dan Menakjubkan di Dunia, 2 di Antaranya ternyata Ada di Indonesia

Baca: AC = Aldiena Cena, Polda Beber Identitas 6 Artis yang akan Dipanggil sebagai saksi Dugaan Prostitusi

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan, Alexander Rita saat dikonfirmasi, mengatakan deretan harga tiket penerbangan yang relatif mahal memang hukum pasar. "Pasarnya memang begitu, musim penumpang begitu ya," ujarnya.

Menurutnya, maskapai penerbangan sah-sah saja menetapkan harga tertentu, selama harga tersebut masih berada di tarif batas bawah dan tarif batas atas yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016..

"Sah-sah saja. Makanya pemerintah membuat kebijakan batasannya, tarif batas atas dan tarif batas bawah. Batas bawah agar jangan mereka jor-joran (promo). Batas atas, kalau terlalu tinggi, nanti masyarakat yang terimbas," ujarnya.

Rita melanjutkan, idealnya memang penetapan harga sudah bukan ranah pemerintah selama masih berada di ambang tarif atas dan tarif bawah. "Kita tidak perlu mengatur lagi. Pasar yang mengatur. Artinya demand and supply-nya," lanjutnya.

Baca: VIDEO LINK LIVE STREAMING - Kirgistan vs Korea Selatan Grup C Piala Asia 2019, Pukul 23:00 WIB

Namun begitu, monitoring terhadap harga tiket maskapai masih terus dilakukan setiap saat. Hingga saat ini, Rita mengatakan seluruh maskapai masih terpantau mengikuti peraturan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah tersebut.

Senada dengan Rita, GM Angkasa Pura I Cabang Balikpapan, Farid Indra Nugraha mengatakan, penetapan harga tiket merupakan strategi masing-masing maskapai. Pemerintah hanya dapat mengatur tarif ambang batas atas dan batas bawah saja.

"Mereka yang menaik-turunkan harga tiket sesuai kondisi penumpang, tetapi yang penting range-nya tetap berada di ambang tarif batas atas dan tarif batas bawah," ujarnya.

Ditambah lagi dengan harga bahan bakar avtur yang mengalami kenaikan dengan masih mengacu Permenhub tahun 2016. "Sebenarnya harga tinggi itu jangan dilihat dari sisi nilai totalnya, Komponen (operasional) mereka sudah mepet. Sebelumnya avtur belum naik, sekarang 2-3 tahun sudah naik. Beberapa airport tax atau PSC (Passenger Service Charge) di beberapa bandara juga sudah naik beberapa kali. Seharusnya disesuaikan," ujarnya.

Baca: VIDEO - Tinggalkan Barito Putera, Hansamu Yama Resmi Berseragam Persebaya Surabaya

Baca: Pulang Umrah, Cita Citata Langsung ke RS Temani Ibunda yang Sakit, Penampilannya Kini Berbeda

Pihak Maskapai Citilink, disinggung mengenai kenaikan harga yang dipengaruhi naiknya harga bahan bakar avtur Chandra Wahyudi, Sales Representative Citilink Area Balikpapan, mengiyakan. "Pengaruh juga, karena operasional otomatis naik karena biaya-biaya lainnya yang ikut naik juga," ujarnya.

Permintaan pasar penumpang yang juga masih tinggi meskipun sudah memasuki low season juga berpengaruh terhadap penetapan harga tiket tersebut. "Kalau secara tanggal sudah low season, tapi secara demand-nya masih lumayan tinggi, sekitar 80%," jelasnya. (*)

Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved