Plt Bupati Kukar dan Bupati Kutim Ingin Infrastruktur Perbatasan segera Dibangun

Plt Bupati Kukar dan Bupati Kutim Ingin Infrastruktur Perbatasan segera Dibangun

Plt Bupati Kukar dan Bupati Kutim Ingin Infrastruktur Perbatasan segera Dibangun
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Bupati Kutim Ismunandar dan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah menghadiri Dialog Pembangunan yang mengusung tema Membangun Odah Etam di Gedung PNPM Muara Bengkal, Sabtu (12/1) sore. 

Plt Bupati Kukar dan Bupati Kutim Ingin Infrastruktur Perbatasan segera Dibangun

TRIBUNKALTIM.CO, MUARA BENGKAL - Dua orang bupati hadir dalam dialog pembangunan di Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur, Sabtu (12/1/2019) sore di Gedung PNPM, Muara Bengkal. Kedua bupati itu adalah Bupati Kutim Ismunandar dan Plt Bupati Kukar Edi Damansyah.

Mereka membahas mengenai percepatan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan antara Kutim dan Kukar. Selain itu, keduanya juga membahas kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi prioritas mereka.

"Program kami di Kutim memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih, listrik, jalan, pendidikan dan kesehatan," ujar Ismunandar. Ia mengatakan, beberapa desa di Muara Bengkal sudah terjangkau air bersih. Untuk desa yang belum terjangkau air bersih, ia meminta warga Muara Bengkal bersabar.

Dalam dialog pembangunan yang mengusung tema Membangun Odah Etam, kedua bupati melaksanakan perjanjian kerja sama yang melibatkan 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan.

Plt Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, pertemuan kali ini menjadi catatan sejarah yang melibatkan 2 kabupaten. Ia mengatakan, diskusi ini bakal bicara soal hajat hidup masyarakat. "Kawasan perbatasan ini memang agak terlupakan, yang selama ini kita kurang fokus maka ke depan akan kita fokuskan," ujar Edi kepada Tribun Kaltim.

Edi menargetkan, pada 2019 lewat Dinas PU akan menyiapkan skedul dan pemetaan terkait ruas jalan yang rusak di wilayah perbatasan. "Karena ini menyangkut lintas kabupaten, kita juga akan gedor Pemprov untuk menggelontorkan anggaran perbaikan jalan di wilayah perbatasan Kutim dan Kukar. "Masyarakat Muara Kaman ini tidak bisa menikmati kualitas infrastruktur yang sesuai standar selama 20 tahun," ucapnya.(*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved