HOBBIES

Hobi Papercraft - Membuat Mainan dari Kertas hingga Setinggi 1 Meter

PAPERCRAFT adalah seni membuat karya melalui kertas. Di Balikpapan ada seorang yang bernama Rudi yang memiliki talenta membuat mainan dari kertas.

Hobi Papercraft - Membuat Mainan dari Kertas hingga Setinggi 1 Meter
TRIBUN KALTIM / RACHMAD SUJONO
Rudi sang pehobi papercraft bersama mainan-mainan kertas buatannya. 

Papercraft - Membuat Mainan dari Kertas hingga Setinggi 1 Meter

Jika mainan terbuat dari bahan plastik atau sejenis lilin, maka kali ini ada mainan baru ramah lingkungan. Action figure ini merupakan mainan berdasarkan kertas, atau yang disebut papercraft.

PAPERCRAFT adalah seni membuat karya melalui kertas. Di Balikpapan ada seorang yang bernama Rudi yang memiliki talenta membuat mainan dari kertas. Rudi menyampaikan bahwa awal ketertarikannya dari sebuah gambar kardus yang sering diposting di media sosial yaitu Danbo. Lalu ia mulai berpikir untuk membuat Danbo dalam bentuk 3D. 

"Dari pertama saya suka lihat Danbo, tapi itu hanya 2D kan, orang sering suka lihat gambar ada quotesnya, lalu kupikir kenapa gak ada 3D nya, mainan dari kertas," jelasnya. Ia membuat Danbo tersebut dari kertas buffalo yang dibeli di toko. Namun saat ini karya pertamanya tersebut sudah tidak ada lagi. 

Rudi mengatakan papercraft ini adalah seni yang bermula dari Jepang. Mirip seperti origami, yaitu seni melipat kertas. Namun papercraft ini adalah tingkatan tersulit melebihi origami, atau biasa disebut ichinogami, yaitu seni mendesai, melipat, menggunting, mencetak kertas menjadi sebuah karya 3D.

Rudi mengakui bahwa awal mulanya ia ingin memiliki mainan juga. Namun ia tak memiliki dana untuk membeli. Ia pun hanya bisa melampiaskannya pada sebuah gambar yang ia buat. Singkat cerita ia menjelajah internet untuk mencari alternatif lain mendapatkan mainan, dan muncullah karya pertama Danbo dari kertas. 

Untuk membuat papercraft dibutuhkan desainer. Desainer ini akan membuat secara rumit dan membutuhkan perhitungan untuk menciptakan detail. Desainer ini adalah orang yang sudah membuat lalu ia menyalin hasilnya menjadi sebuah tutorial. Rudi bukan seorang desainer, ia mengunduh desain tersebut dari seorang desainer di internet. Setelah Rudi unduh, lalu ia mulai merakit berdasarkan instruksi. Dibutuhkan 1 hingga 120 lembar kertas linen, tergantung ukuran dan tingkat detail karakter apa yang dibuat. 

Jangan salah, untuk merakit juga dibutuhkan ketelitian. Rudi mengakui bahwa ia sering mengulang dari awal lagi. Namun karena kesukaannya tersebut, sekarang ia berhasil membuat sekitar 22 karya mulai dari yang kecil hingga Iron Man setinggi 1 meter. 

Papercraft atau ichinogami ternyata mempunyai aturan yang harus diikuti oleh semua pengrajinnya. Seperti Rudi, ia membuat berbagai mainannya tersebut dengan bantuan desainer. Desainer tersebut menjual hasil desain nya di internet yang dapat diunduh untuk dicontoh oleh pengrajin lainnya. Namun ada juga yang mengunggah nya untuk dapat diunduh secara gratis.

Berkumpul di Komunitas Papper Replica

RUDI memulai hobinya ini dari tahun 2011. Ia mulai tekun membuat berbagai hot toys dari sebuah kertas. Tak lama setelah itu, ia menemukan orang-orang yang juga hobi membuat papercraft. 

Dari sosial media, lalu hingga ketemu di tempat pameran, komunitas Papper Replica (Peri) terbentuk tahun 2013. Mereka sering berkumpul memamerkan hasil karya masing-masing di lapangan merdeka. Saat ini jumlah mereka mencapai 17 orang. Mereka aktif dalam undangan pameran-pameran di Balikpapan.

Pameran pertama Peri ada di Dome tahun 2013. Rudi mengakui kalau respon masyarakat baik. Kebanyakan dari masyarakat yang kala itu melihat mengaku tak percaya. "Banyak yang tidak percaya si mas, kalau ada mainan besar tapi dari kertas," tambahnya. 

Seperti salah satu mainan andalannya. Robot berwujud Optimus Prime setinggi 1 meter banyak dilirik oleh penaksir karena tingkat akurasi detail yang tinggi. Namun Rudi mengatakan bahwa karyanya tersebut adalah koleksi pribadinya dan bukan untuk dijual.(Andrias)

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved