Tahun 2020 Mendatang Warga Gunung Teknik Balikpapan Tengah, Baru Bisa Mendapat Saluran PDAM

Tahun 2020 Mendatang Warga Gunung Teknik Balikpapan Tengah, Baru Bisa Mendapat Saluran PDAM

Tahun 2020 Mendatang Warga Gunung Teknik Balikpapan Tengah, Baru Bisa Mendapat Saluran PDAM
TRIBUN KALTIM / SITI ZUBAIDAH
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Balikpapan bersama PDAM Tirta Manggar, dan warga Gunung Teknik membahas mengenai jaringan air bersih yang belum terpasang dikawasan tersebut, Senin (14/1/2019) 

Tahun 2020 Mendatang Warga Gunung Teknik Balikpapan Tengah, Baru Bisa Mendapat Saluran PDAM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kabar gembira untuk warga di kawasan Gunung Teknik, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Tengah. PDAM akan membuka jaringan air baru di kawasan Gunung Teknik dan sekitarnya.
Hal tersebut diungkapkan Nazaruddin Ketua Komisi III DPRD Balikpapan usai melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama PDAM Tirta Manggar Balikpapan dan warga Gunung Teknik, Senin (14/1/2019).

Seperti diketaui, warga yang tinggal di Gunung Teknik sudah bertahun-tahun belum menikmati air bersih dari salurah PDAM. "Kami mendengar aduan dari warga yang ada di Gunung Teknik Balikpapan, warga belum mendapatkan aliran PDAM dan PLN. Masalahnya diwilayah itu harus ada izin dari Pertamina," kata Nazaruddin pada Tribun Kaltim.

Oleh itu, DPRD memanggil PDAM dan PLN untuk mendengar masalah yang ada di sana. Dari informasi Direktur Umum Gazali Rakhman yang hadir sebagai Perwakilan PDAM Tirtaa Manggar Balikpapan, ini terjadi karena kesusahan jaringan, sebab jaringan belum sampai ke wilayah Gunung Teknik. "Jadi nanti dibangunkan jaringan sendiri. Ditahun ini tidak memungkinkan karena belum dianggarkan. Selain itu, masalah lainnya karena lahan itu milik Pertamina," ujar Nazaruddin.
Disampaikan Nazaruddin, walau jaringan air belum sampai disana, namun tahun depan akan ada pemasangannya.

"Tahun ini tidak memungkinkan untuk pemasangannya, karena disana jalur pipa yang belum dianggarkan oleh PDAM. Insya Allah ditahun 2020 baru dianggarkan, sepanjang administrasi lengkap semua," katanya.

Terkait lahan itu milik Pertamina, lanjut Nazaruddin, apapun bahasanya itu merupakan hak dasar warga. Ia mengatakan, nanti ada revisi Perwali mengenai IMB, dimana sepanjang warga belum mempunyai IMB sudah bisa memiliki air PDAM. "Yang penting ada KTP dan ada KK, nanti tunggu direvisi Perwali yang ada," katanya.

Peraturan itu pun tak terkecuali, untuk warga yang tinggal di daerah pengunungan. Sepanjang wilayah itu bisa jalur PDAM, tidak menjadi masalah. "Itu hak wajib buat warga," ungkapnya.

Targetnya tahun 2019 revisi mengenai Perwali pemasangan saluran PDAM tak lagi menggunakan IMB, dipastikan selesai. "Artinya sekarang salah satu persyaratannya menggunakan IMB, sepanjang revisinya belum keluar. Setelah itu tidak lagi menggunakan IMB," ujarnya. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved