Pemkot Balikpapan Belajar Sertifikasi Wisata Halal di Kota Mataram NTB

Pemkot Balikpapan Belajar Sertifikasi Wisata Halal di Kota Mataram NTB

Pemkot Balikpapan Belajar Sertifikasi Wisata Halal di Kota Mataram NTB
Tribunkaltim.co/ Siti Zubaidah
Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat simbolis menyerahkan bantuan untuk warga Mataram, Lombok. 

Pemkot Balikpapan Belajar Sertifikasi Wisata Halal di Kota Mataram NTB

TRIBUNKALTIM.CO, MATARAM - Demi meningkatkan Ekonomi Kreatif dan bersertifikasi syariah, Pemkot Balikpapan mengadakan studi banding ke Pulau Lombok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tiga hari.

Kedatangan Pemkot Balikpapan disambut dengan ramah oleh Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan para staf serta kepala dinas Pemkot Mataram, di Pendopo Walikota Mataram, Jumat (18/1/2019).

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi datang tak sendirian. Dia membawa beberapa Kepala OPD di Pemkot Balikpapan, termasuk satu wartawan Tribun Kaltim.

Rombongan Pemkot Balikpapan datang dengan beberapa tujuan, selain mengantarkan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar untuk korban bencana di Lombok, rombongan Pemkot Balikpapan ingin belajar mengenai sertifikasi halal yang di terapkan oleh Kota Mataram untuk semua destinasi, baik destinasi wisata, kuliner atau makanan dan hotel pun sudah memiliki sertifikasi halal.

Seperti diketahui Kota Mataram dengan julukan Seribu Mesjid ini dikenal dengan wisatan alamnya. Banyak turis dari luar negeri maupun dalam negeri yang datang ke Kota Mataram dan memberikan peningkatan dibidang ekonomi. Oleh sebab itulah, Balikpapan ingin belajar mengenai hal itu, salah satunya meningkatkan ekonomi kreatif yang berbasis syariah.

"Kami mengalami tugas yang baru, ketika gempa terjadi di Palu, Balikpapan dijadikan tempat transit. Ada 4.000 pengungsi yang transit di Balikpapan, ini menjadi pengalaman untuk kita," kata Rizal dalam sambutannya.

Wali kota yang menjabat dua periode ini menyebutkan, selain menjadi pengalaman yang harus dibenahi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya menangani pengungsi, tata kelola keuangan dan dana bantuan.

Rizal pun menyampaikan, kota Mataram dikenal dengan daerah pariwisata. Untuk itu penting sekali Balikpapan belajar wisata halal di sini (Mataram). "Oleh sebab itu, kami ingin belajar mengenai wisata halal di sini. Karena ekonomi syariah itu terus tumbuh dan berkembang. Seperti dimakanan, selain memperhatikan kesehatan, juga melihat kehalalan makanan tersebut," ucap Rizal.

Pria asal Banjarmasin ini menjelaskan, demi meningkatkan ekonomi syariah, Kota Balikpapan baru saja bekerjasama dengan Balai POM, untuk membentuk LOKA POM di Balikpapan, karena kehalalan ini perlu diperhatian khusus.

Sementara itu, Wali Kota Mataram mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Balikpapan yang berekanan berkunjung ke Mataram. Mengenai sertifikasi halal, Pemkot Mataram membuka lebar pikiran dan informasi terkait itu. "Mulai mengenal bagaimana pengelolaan sertifikasi halal di sini, saya kira Balikpapan sebagai suatu daerah yang hampir sama dengan Mataram, kehalalan itu perlu di jaga," kata Ahyar.

Menurutnya, sekarang ini ekonomi syariah mulai berkembang, dan Mataram sudah menerapkan program sertifikasi halal untuk destinasi wisata. "Yang terpenting kehalalan itu adalah seperti kuliner, wisata dan sebagainya," ujar Ahyar.

Setelah itu, Kunjungan kerja Wali Kota Balikpapan pun dilanjutkan ke beberapa tempat yakni lokasi gempa dan PLTU IPP Lombok Timur 2 x 25 MW. (*)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved