Di Kaltara Selama Januari 2019 Ini DBD Sudah Renggut Dua Nyawa

Ia mengklaim, Dinas Kesehatan Kalimantan Utara dan Kabupaten/Kota sedang intensif melaksanakan berbagai upaya

Di Kaltara Selama Januari 2019 Ini DBD Sudah Renggut Dua Nyawa
tribunkaltim.co/doan e pardede
Beberapa pasien sedang dirawat di salah satu ruangan di RSUD Soemarno Sosroatmojo Tanjung Selor. Foto diambil beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tengah mewabah di Kalimantan Utara sejak bulan Januari ini.

Dinas Kesehatan Kalimantan Utara mencatat kasus DBD di Kalimantan Utara sudah merenggut dua nyawa. Catatan terakhir, sebanyak 46 orang dinyatakan demam deque/suspec dan 106 orang positif. (selengkapnya lihat grafis)

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Usman mengatakan, instansinya masih terus memantau laporan kasus dari kabupaten/kota. Sejauh ini belum ditetapkan status kejadian luar biasa atau KLB.

"Belum menjadi KLB. Akan tetapi kita monitor terus dan terus lakukan upaya pencegahan supaya tidak meluas," kata Usman kepada Tribunkaltim.co, Rabu (30/1/2019).

Ia mengklaim, Dinas Kesehatan Kalimantan Utara dan Kabupaten/Kota sedang intensif melaksanakan berbagai upaya pencegahan di lapangan. Seperti membagikan bubuk abate dan mengintensifkan fogging.

"Apalagi sekarang musim hujan. Nyamuk Aedes Aegypti suka berkembang biak di genangan air yang tidak secara langsung bersentuhan dengan tanah. Misalnya di wadah yang berisi air, bak mandi, kaleng, drum yang berisi air. Sebisa mungkin tutup rapat," ujarnya.

Siklus kehidupan nyamuk Aedes Aegypti juga sangat cepat. Hanya butuh waktu selama 7 hari telur bisa mencapai nyamuk dewasa. Dinas Kesehatan juga intensif membagikan selebaran cara pencegahan DBD.

Masyarakat juga diimbau mengintensifkan pola 3M Plus. Pertama, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan penampung air. Kedua, menutup rapat penampungan air seperti drum, dan kendi

Selanjutnya, mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Tindakan plusnya antara lain menaburkan bubuk bubuk abate, menggunakan obat nyamuk, dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Usman mengatakan, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk. (*)

KASUS DBD DI KALTARA TAHUN 2019 PER 29 JANUARI

A. TARAKAN
* Demam Dengue/Suspec = 11
* Positif = 41
* Meninggal = 1
B. MALINAU
* Demam Dengue/Suspec = 3
* Positif = 6
* Meninggal = 0
C. NUNUKAN
* Demam Dengue/Suspec = 13
* Positif = 31
* Meninggal = 0
D. BULUNGAN
* Demam Dengue/Suspec = 19
* Positif = 22
* Meninggal = 1
E. TANA TIDUNG
* Demam Dengue/Suspec = 0
* Positif = 6
* Meninggal = 0
F. TOTAL/KALTARA
* Demam Dengue/Suspec = 46
* Positif = 106
* Meninggal = 2
Sumber: Dinas Kesehatan Kalimantan Utara. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved