Bawaslu Tetap Apresiasi Disdukcapil Meski Terlambat Lakukan Perekaman e-KTP

Tapi rekan-rekan di Disdukcapil baru melaksanakannya, Rabu (31/1/2019) kemarin, yah tidak apa-apa

Bawaslu Tetap Apresiasi Disdukcapil Meski Terlambat Lakukan Perekaman e-KTP
tribunkaltim.co/junisah
Sulaiman, Ketua Bawaslu Tarakan 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan Provinsi Kaltara memberikan apresiasi kepada Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang akhirnya melaksanakan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tarakan.

"Tentu kami dari Bawaslu mengapresiasi rekan-rekan Disdukcapil Kota Tarakan yang telah melaksanakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan jemput bola dalam perekaman e-KTP terhadap warga binaan di Lapas Tarakan," ucap Ketua Bawaslu Sulaiman, Kamis (31/1/2019).

Sulaiman mengatakan, meskipun pelayanan perekaman e-KTP terhadap warga binaan dilakukan agak terlambat waktunya, namun setidaknya Disdukcapil telah melakukan pelayanan perekaman e-KTP. Pasalnya instruksi dari Mendagri perekaman e-KTP terhadap warga binaan dilakukan mulai 17-19 Januari.

"Tapi rekan-rekan di Disdukcapil baru melaksanakannya, Rabu (31/1/2019) kemarin, yah tidak apa-apa karena mengingat keterbatasan peralatan perekaman dan belum adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki warga binaan," ujarnya.

Mengenai masih sedikit warga binaan yang melakukan perekamana e-KTP, Sulaiman berharap kedepannya para warga binaan dapat melengkapi NIK yang dibutuhkan dalam perekaman e-KTP. "Kita tetap mendorong Disdukcapil untuk terus melakukan perekaman e-KTP kepada warga binaan di Lapas Tarakan," katanya.

Sulaiman mengungkapkan, sesuai UU warga negara Indonesia (WNI) mempunyai hak suara dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg), termasuk warga binaan yang di Rutan dan Lapas.

"Jadi pemerintah ini benar-benar membantu penyelenggara pemilu untuk menghilangkan isu negatif di masyarkat. Oleh karena itu pemerintah khususnya Mendagri menginstruksikan Disdukcapil di kabupaten dan kota jemput bola perekaman e-KTP terhadap warga binaan," ujarnya.

Seperti diketahui, Disdukcapil Kota Tarakan, Rabu (30/1/2019) kemarin melakukan perekaman e-KTP terhadap warga binaan di Lapas Tarakan. Ternyata hanya 30 warga binaan saja yang dapat melaksankan perekaman e-KTP. Sedangkan sisanya sekitar ratusan warga binaan ada yang datanya ganda, ada juga belum memiliki NIK. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved