Dua TK2D di Pemkab Kutim Ditangkap Polisi, Diduga Sudah 3 Tahun Jadi Pengguna dan Pengedar

Tim Opsnal Satreskoba Polres Kutim mengamankan dua TK2D tersebut di dua tempat berbeda, Rabu (6/2/2019) malam.

Dua TK2D di Pemkab Kutim Ditangkap Polisi, Diduga Sudah 3 Tahun Jadi Pengguna dan Pengedar
TRIBUNKALTIM/MARGARET SARITA
Kedua tersangka saat diperiksa Kasatreskoba AKP Mikael Hasugian, Kamis (7/2/2019) 

Dua TK2D di Pemkab Kutim Ditangkap Polisi, Diduga Sudah 3 Tahun Jadi Pengguna dan Pengedar

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Terlibat narkotika, dua orang pria yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di Pemkab Kutai Timur (Kutim) diamankan Tim Opsnal Satreskoba Polres Kutim.

Tim Opsnal Satreskoba Polres Kutim  mengamankan dua TK2D tersebut di dua tempat berbeda, Rabu (6/2/2019) malam.

Keduanya adalah, Rengki Irawan (25) TK2D pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Taufik Hidayat (31) TK2D pada UPT Sarana dan Prasarana Dispora Kabupaten Kutai Timur.

Keduanya diamankan polisi di Jalan Inpres, Desa Sangatta Utara.

Bedanya, Rengki dtangkap di halaman gereja Pelita Kasih,  sedangkan Taufik di tepi jalan.

 

Ajang Musik Magnumotion di Tenggarong Akan Hadirkan Grup Legendaris Edane, Catat Jadwalnya!

Dilarang Suami Main FB Diduga jadi Penyebab Istri di Penajam Gantung Diri, Titip Anak di Status WA

 

Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasatreskoba AKP Mikael Hasugian mengatakan pengungkapan keduanya bermula dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan.

Selang 20 menit setelah mengamankan tersangka Rengki, tak jauh dari lokasi pengamanan, polisi berhasil menciduk tersangka Taufik.

 

Tiga Orang Pencuri HP di Samarinda Berhasil Ditangkap Polisi, Salah Satunya PNS Pemprov Kaltim

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 3 Hari ke Depan, Berikut Daftar Titik Rawan dari Sumatera-Papua

 

Diketahui, tersangka Rengki yang tinggal di Gang Masjid Desa Sangatta Utara, kerap melakukan transaksi narkotika jenis sabu dan menjadi pengguna juga sejak tiga tahun lalu.

Ia juga pernah menggunakan sabu bersama tersangka Taufik yang tinggal di Jalan Hidayatullah Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.

“Mereka ini sudah lama bermain-main dengan narkotika jenis sabu. Sudah tiga tahunan. Hanya saja baru tercium sekarang ini. Karena termasuk cukup lihai. Namun saat kita grebek dan amankan, tidak mampu berkutik lagi. Barang bukti sabu kita temukan di tangan mereka,” ungkap Mikael, saat dikonfirmasi Kamis (7/2/2019).

Dari tersangka Rengki, polisi menyita satu poket sabu seberat 0,26 gram yang saat penggeledahan ditemukan di dalam genggaman tangan kiri tersangka.

Sedangkan dari tersangka Taufik, meski sempat melarikan diri, berhasil disita empat poket sabu seberat 1,04 gram.

“Empat poket sabu itu sempat dilemparnya saat berusaha melarikan diri dan ditemukan tak jauh dari tubuhnya,” ujar Mikael.

Keduanya dijerat pasal 114 ayat (1 ) jo pasal 112 ayat ( 1 ) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun pidana kurungan ditambah denda Rp 1 miliar atau subsider kurungan.

Pengungkapan keduanya, menurut Mikael, sebagai salah satu bukti prediksinya bahwa di lingkungan Pemkab Kutim tidak benar-benar steril dari penyalahgunaan narkoba.

“Oleh karena itu, kita harus sama-sama bergerak, melibatkan seluruh elemen dan bergerak dari segala arah dan cara. Baik dari penyuluhan, sosialisasi hingga dilakukan tes urin secara menyeluruh,” kata Mikael.

 

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved