Kesehatan

Habis Kenyang Makan Langsung Ngantuk dan Tidur, Waspadai Bahayanya untuk Kesehatan

Kita sering mendengar anggapan bahwa merebahkan tubuh setelah kenyang makan dapat menyebabkan kenaikan berat badan drastis.

Habis Kenyang Makan Langsung Ngantuk dan Tidur, Waspadai Bahayanya untuk Kesehatan
How It Works Magazine
Ilustrasi - Habis Makan Langsung Ngantuk dan Tidur, Waspadai Bahayanya untuk Kesehatan 

TRIBUNKALTIM.CO -- Kita sering mendengar anggapan bahwa merebahkan tubuh setelah kenyang makan dapat menyebabkan kenaikan berat badan drastis.

Padahal, rasa kantuk pasti sering muncul ketika kita kenyang, bukan?

Menurut Massachusetts Institute of Technology, sebenarnya tidur setelah makan tak membuat gemuk, namun tetap ada alasan mengapa kebiasaan tersebut buruk bagi kesehatan.

“Saat kenyang, makanan dari lambung bisa naik lagi ke tenggorokan lalu menimbulkan sensasi terbakar atau refluks asam,” jelasnya pada NOVA.id.

Benarkah Sarapan Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penelitian Terbaru

Diet dengan Berpuasa Dua Hari Seminggu, Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Refluks asam atau juga disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan, sehingga menimbulkan sensasi terbakar karena asam lambung juga makanan kembali ke tenggorokan.

Tak hanya menyebabkan refluks asam atau GERD, kebiasaan tidur setelah makan bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan lain, seperti yang dijelaskan dalam www.livestrong.com.

Realistiskah Hilangkan Lemak Perut dalam 30 Hari? Bisa Asal Ikuti Tips Berikut Ini!

Pertama, naiknya berat badan karena tak ada kesempatan bagi kita untuk membakar kalori apabila kita langsung tidur setelah makan kenyang.

Gangguan kesehatan berikutnya adalah rasa panas di dada atau heartburn yang dipicu oleh kelebihan asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas dari perut hingga ke dada, bahkan terkadang juga sampai ke tenggorokan.

Yang lebih parah, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko terkiena stroke seperti yang disebutkan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Ionnina Medical School, Yunani.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved