Saham Boeing Anjlok Pasca Jatuhnya Pesawat 737 MAX 8 Ethiopian Airlines

Ini menyusul beberapa maskapai yang memutuskan untuk sementara tidak mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8 pascajatuhnya pesawat Ethiopian Airlines

Saham Boeing Anjlok Pasca Jatuhnya Pesawat 737 MAX 8 Ethiopian Airlines
KOMPAS/DWI BAYU RADIUS
Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Malindo Air disambut dengan siraman air di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/5/2017). Malindo Air menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang menerima dan mengoperasikan Boeing 737 MAX 8. 

TRIBUNKALTIM.CO, NEW YORK - Saham pabrikan pesawat Boeing Co menukik tajam pada perdagangan Senin (11/3/2019) waktu setempat hingga menembus 12 persen.

Ini menyusul beberapa maskapai yang memutuskan untuk sementara tidak mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8pascajatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis tersebut.

Ini adalah kecelakaan kedua yang menimpa pesawat Boeing 737 Max 8 dalam lima bulan terakhir. Sebelumnya pada Oktober 2018, pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Dikutip dari Reuters, penurunan saham ini dipandang menjadi yang terburuk bagi Boeing dalam hampir dua dekade terakhir. Padahal, pada pekan lalu, saham Boeing mencatat rekor tertinggi hingga mencapai level 446 dollar AS.

Pesawat Ethiopian Airlines jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya pada Minggu (10/3/2019). Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 157 orang tewas.

Pada hari ini, regulator penerbangan China memutuskan untuk melarang sementara hampir 100 pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh maskapai-maskapai China pascajatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Maskapai Ethiopian Airlines sendiri pun memutuskan untuk tidak mengoperasikan Boeing 737 Max 8 hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kita mengantisipasi meningkatnya volatilitas saham Boeing. Meski terlalu dini untuk disimpulkan, namun kemungkinan ada kekhwatiran mengenai keamanan, produksi, larangan terbang, dan/atau biaya, yang seharusnya bisa dikelola dalam jangka panjang," kata analis Morgan Stanley Rajeev Lalwani.

Pada tahun lalu, saham Boeing ambrol 12 persen dalam beberapa pekan berturut-turut setelah pesawat Lion Air JT 610 jatuh. Sementara saham pesaing terberat Boeing, yakni Airbus SE justru menguat.

[iSAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN]

 Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul "Pesawat Ethiopian Airlnes Jatuh, Saham Boeing Menukik Tajam"

 

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved