Akhirnya Terkuak, 800 Anak Taipan Masuk Universitas Bergengsi AS Lewat Suap

Sejumlah nama selebriti, pengusaha, pejabat eksekutif perusahaan, dan perancang busana masuk dalam daftar mereka yang memanfaatkan jasa Singer

Akhirnya Terkuak, 800 Anak Taipan Masuk Universitas Bergengsi AS Lewat Suap
AFP/SCOTT EISEN/GETTY IMAGES NORTH AMERICA
William Rick Singer meninggalkan Pengadilan Federal Boston, Massachusetts, AS, Selasa (12/3/2019). Dia merupakan dalang skema suap masuknya 800 anak-anak dari orangtua kaya ke universitas bergengsi di "Negeri Paman Sam". 

TRIBUNKALTIM.CO, BOSTON - William "Rick" Singer mengaku bersalah di pengadilan federal Boston, Massachusetts, AS, pada Selasa (12/3/2019) atas skandal penipuan terbesar terkait dunia pendidikan.

Dia merupakan dalang skema suap masuknya 800 anak-anak dari orangtua kaya ke universitas bergengsi di "Negeri Paman Sam".

Dia bahkan dapat menjamin anak-anak tersebut mengamankan kursi di universitas terkemuka sebelum menjalani kelas senior di sekolah.

"Saya benar-benar bertanggung jawab untuk itu," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, demikian dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com.

Dia didakwa menjalankan penipuan penerimaan perguruan tinggi terbesar dalam sejarah AS melalui perusahaan persiapan kuliah kecilnya bernama Edge College & Career Network di Newport Beach, California.

Anak-anak dari orangtua yang kaya raya akan dibantu masuk universitas. Caranya, dengan mencurangi hasil ujian dasar dan mendapatkan foto medis untuk memperlihatkan calon mahasiswa non-atlet sebagai pesaing ketat dalam kuota penerimaan.

Sejumlah nama selebriti, pengusaha, pejabat eksekutif perusahaan, dan perancang busana masuk dalam daftar mereka yang memanfaatkan jasa Singer, demi mengamankan posisi anak mereka di universitas terkemuka.

Mulai dari 2011-2018, Singer akan mengenakan biaya dari 100.000 dollar AS hingga 2,5 juta dollar AS atau Rp 35,6 miliar per anak untuk layanan tersebut.

Skandal itu disembunyikan sebagai kontribusi untuk amal melalui Key Worldwide Foundation yang dia jalankan. Donasi tersebut kemudian disalurkan ke pelatih dan pejabat di berbagai perguruan tinggi.

"Apa yang kami lakukan adalah kita membantu keluarga terkaya di AS agar anak-anak mereka masuk perguruan tinggi," katanya.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved