Rombongan Gubernur Kaltim Bertolak Ke Seychelles, Hetifah: Tak Ada Salahnya Belajar Dari Negara Lain

Menurut Hetifah langkah Pemprov cukup tepat untuk bekerjasama dengan Seychelles dalam mengelola pulau kecil seperti Maratua.

Rombongan Gubernur Kaltim Bertolak Ke Seychelles, Hetifah: Tak Ada Salahnya Belajar Dari Negara Lain
DOK
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian turut mendukung langkah Pemprov Kaltim dalam memajukan sektor Pariwisata Kaltim.

Rombongan Gubernur Kaltim, Isran Noor termasuk Bupati Berau, Muharram berkunjung ke negara Seychelles untuk menindak lanjuti kerjasama percepatan pembangunan pariwisata di Maratua. Rombongan tiba di Seychelles, Minggu (17/3/2019).

Menurut Hetifah langkah Pemprov cukup tepat untuk bekerjasama dengan Seychelles dalam mengelola pulau kecil seperti Maratua.

Link Live Streaming Fulham vs Liverpool, Tanding Malam Ini Pukul 21.15 WIB 

Link Live Streaming dan Prediksi Genoa vs Juventus, Tanding Malam Ini 

Profil Putri Ayuningtyas, Jurnalis CNN Indonesia yang Jadi Moderator Debat Cawapres 2019 Malam Ini 

Pasalnya Negara Seychelles sangat terkenal di sektor Pariwisata. Artis dunia hingga olahragawan kerap menghabiskan liburan di negara yang masuk benua Afrika itu.

"Mereka (Pemprov) ada kerjasama dalam pengelolaan pulau kecil. Tidak ada salahnya belajar dari negara lain yang sudah berpengalaman seperti Seychelles.

Saya rasa Maratua punya daya rarik tersendiri sebagai pulau terluar yang ada di Kaltim," ungkap Hetifah di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/3/2019).

Ia menyarankan agar Pemprov benar-benar menjalin kerjasama untuk meningkatkan sektor pariwisata di Maratua. Menurutnya tata kelola kawasan Maratua harus lebih bagus, sehingga wisatawan semakin banyak yang tertarik mengunjungi Maratua.

Kendati demikian, ia juga berpesan kepada Pemprov agar kerjasama yang dijalin mampu memberdayakan masyarakat lokal. Ia berharap kerjasama tersebut tak menimbulkan kesan Pulau Maratua dijual ke asing.

"Khawatirnya Maratua bukan punya kita lagi. Tapi kita perlu belajar agar kerjasama ini bisa dirasakan masyarakat. Jangan sampai pulau Maratua terjual padahal di sana sudah berkembang. Nanti masyarakat tidak merasakan manfaat," tutur Hetifah yang berasal dari partai Golkar ini.

Sortir dan Pelipatan Surat Suara di PPU Rampung, Ditemukan 686 Surat Suara Pilpres yang Rusak

Lima Napi Anak Kabur dari LPKA Klas IIA di Tenggarong, Lompati Pagar Setinggi 6 Meter

UPDATE Banjir Bandang Sentani Papua - 50 Orang Dilaporkan Tewas Via Data BNPB 

Ia menyarankan agar Pemprov Kaltim turut memperjuangkan Maratua sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sebelum investasi asing besar di Maratua.

"Harusnya perlu berjuang untuk Kawasan KEK khusus Pariwisata di sana. Harus ada kepastian keberpihakan kita kepada masyarakat Kaltim sendiri. Kita gak mau pengalaman buruk daerah lain terjadi. Pemerintah harus menjaga itu, bukan melindungi investor," ungkap legislator asal Kaltim ini. (*) 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved