Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Pemprov Kaltim Berupaya Turunkan Angka Stunting via Program B2SA

Seno Aji, dalam acara Lomba Kreasi Menu B2SA Non-Terigu, Non-Beras Berbasis Pangan Lokal di Samarinda

Tayang:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
TEKAN STUNTING KALTIM - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat mencicipi menu makanan B2SA hasil olahan pangan lokal dari para peserta yang berasal dari perwakilan 10 kabupaten/kota yang mengikuti lomba kreasi Kreasi Menu B2SA Non-Terigu, Non-Beras di Gedung Olah Bebaya Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (11/10/2025). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya menekan angka stunting yang masih berada di angka 22 persen melalui program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam acara Lomba Kreasi Menu B2SA Non-Terigu, Non-Beras Berbasis Pangan Lokal di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (11/10/2025).

Lomba ini diikuti 10 perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, 10 perwakilan Dharma Wanita OPD Lingkup Provinsi Kalimantan Timur, 9 perwakilan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, 9 perwakilan organisasi wanita dalam Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW).

"Mudah-mudahan ini menjadi langkah baik, langkah nyata dari Tim Penggerak PKK dan Dinas Pangan dalam rangka untuk mengentaskan stunting yang ada di Kalimantan Timur ini," ujar Seno Aji.

Baca juga: Wagub Seno Aji Minta Perusahaan Tambang dan Sawit Bantu Peternak Kaltim

Wagub Seno Aji menyampaikan bahwa tingkat stunting di Kaltim masih 22 persen, sedikit di atas batas ambang nasional.

Pemerintah menargetkan penurunan angka tersebut pada akhir 2025. 

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesehatan anak-anak di Kalimantan Timur.

Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji menjelaskan pentingnya inovasi pengolahan pangan lokal agar lebih disukai anak-anak. 

Jika hanya diolah secara konvensional seperti singkong digoreng atau direbus, anak-anak kurang tertarik. 

Dalam lomba tersebut, terlihat berbagai kreasi menarik seperti singkong yang digulung dan diracik dengan variasi baru.

"Jadi, produk-produk itu diolah sedemikian rupa supaya anak-anak suka," jelasnya.

Baca juga: Reaksi Wagub Kaltim Seno Aji soal Kadispora Pemprov Terjerat Kasus DBON

Ia berharap hasil kreasi menu dari lomba ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengolah pangan lokal. 

Lebih jauh, produk-produk inovatif tersebut diharapkan dapat menjadi produk unggulan Kalimantan Timur yang bergizi tinggi dan diminati masyarakat.

"Nah, mudah-mudahan nanti ke depan bisa menjadi produk-produk andalan kita," pungkasnya. (*)

(Tribunkaltim.co /Raynaldi Paskalis)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved