Rahma Si Anak Punk Tewas Tenggelam, Sebelum Meninggal Pernah Berkata Tak Ingin Kenal Cinta Lagi

Nah, Anak Punk yang tenggelam di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR, Kota Samarinda, ini ceritanya.

Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
HO/Facebook
Sosok Rahma A (16), yang merupakan anggota Komunitas, Anak Punk We Are Not Them Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Rahma sendiri baru bergabung menjadi Anak Punk, Kota Samarinda, sekitar sebulan yang lalu. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Duka tidak hanya menyelimuti keluarga korban Rahma A, meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, namun juga teman-teman korban di Komunitas, Anak Punk.

Rahma A (16) merupakan warga Kota Bontang, anggota Komunitas, Anak Punk di Kota Samarinda.

Rahma merupakan korban tenggelam di Sungai Mahakam usai berenang bersama temannya, pada Kamis 21/3/2019) lalu, dan baru ditemukan oleh Tim SAR pada Sabtu (23/3/2019), sekitar pukul 11.40 Wita.

Korban diketahui baru bergabung dengan Komunitas, Anak Punk, bernama We Are Not Them.

Dirinya bergabung sejak sebulan terakhir.

ILUSTRASI - Komunitas, Anak Punk di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
ILUSTRASI - Komunitas, Anak Punk di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. (Tribunkaltim.co/ilo)

Awal bergabungnya korban di Komunitas tersebut juga tidak disengaja.

Saat itu korban yang baru putus hubungan dengan kekasihnya, terlihat gundah, dan berkeliaran di sekitar kawasan Samarinda Seberang.

Lalu, sejumlah Anak Punk mendatangi korban, lalu memberikan tempat tinggal, serta memberikan makanan.

Dari pertolongan itulah, akhirnya korban kerap berkumpul dengan Anak Punk.

Namun demikian, korban tidak pernah diajak bergabung untuk masuk dalam Komunitas, Anak Punk.

"Sebenarnya masih belum jadi Anak Punk, tapi kalau mau dibilang dia Anak Punk, ya tidak apa-apa juga," ucap salah satu anggota Komunitas Anak Punk, We Are Not Them, Hendra (23), Sabtu (23/3/2019).

"Awalnya kumpul sama kami karena kami kasihan sama dia (korban), bingung mau ke mana," ungkapnya. 

"Habis putus sama pacarnya orang Mangkupalas. Jadi kita beri tempat, kasih makan, kita jagalah pokoknya," ujarnya lagi.

Lanjut dia menjelaskan, semua orang yang bergabung di Komunitas, Anak Punk merupakan saudara, tidak lagi hanya sekedar teman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved