Breaking News

Pilpres 2019

Bertema Ekonomi dan Kesra, Debat Kelima Hari Ini Berpengaruh Besar Bagi Pemilih Bimbang

Dalam pemaparan debat-debat sebelumnya, kata Arya, tawaran program belum terlalu konkret dan detail dieksplorasi capres-cawapres.

(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Joko Widodo - Maruf Amin saat acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Gedung Komisi Pemilhan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2019). Pasangan Joko Widodo - Maruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua. 

Bertema Ekonomi dan Kesra, Debat Kelima Hari Ini Dinilai Berpengaruh Besar Bagi Pemilih Bimbang

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA –  Debat terakhir antarcalon presiden dan calon wakil presiden, Sabtu (13/4/2019) ini, memiliki dampak besar untuk memantapkan pendukung masing-masing, sekaligus meyakinkan dan merebut suara pemilih yang masih bimbang.

Di tengah persentase pemilih bimbang yang makin mengecil, kandidat perlu bekerja lebih keras dengan menawarkan program yang lebih konkret bagi rakyat.

Penyelenggaraan debat capres-cawapres pada hari terakhir masa kampanye Pemilu 2019 itu hanya empat hari menjelang pemungutan suara, 17 April.

Debat mengangkat topik yang dinilai jadi daya tarik bagi sebagian pemilih yang belum menentukan pilihan, yakni ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

 

Jajak pendapat Litbang Kompas, 9-10 April 2019, melibatkan 534 responden di 17 kota besar di Indonesia, menunjukkan ada 31,8 persen responden yang menyatakan debat terakhir masih bisa membuat pilihan mereka berubah.

Sementara 65,2 persen responden menyatakan debat sudah tak akan bisa mengubah pilihan mereka.

Persentase tersebut juga mengindikasikan preferensi calon pemilih sudah makin solid. Pada jajak pendapat Januari 2019, responden yang menyatakan pilihannya sudah tidak akan berubah masih 59,9 persen, sedangkan yang masih bisa berubah pikiran 36,5 persen.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies, Arya Fernandes,   Jumat (12/4), di Jakarta, mengatakan, pengaruh elektoral dari debat terakhir lebih tinggi dibandingkan dengan debat-debat sebelumnya.

Itu karena topik debat terakhir merupakan isu yang berkaitan dengan keseharian publik, khususnya terkait ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di antara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum dimulainya debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Tema debat yaitu hukum, hak asasi man usia, korupsi, dan terorisme.
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di antara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum dimulainya debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Tema debat yaitu hukum, hak asasi man usia, korupsi, dan terorisme. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

 
Terkait tema debat, jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan 61,42 persen responden menantikan paparan kandidat terkait isu ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Lebih lanjut, di kedua bidang itu, isu yang jadi perhatian publik ialah penyediaan lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok.

”Debat ini akan menjadi referensi terakhir bagi masyarakat dalam menentukan pilihan. Apalagi, jeda waktu sebelum pencoblosan hanya empat hari sehingga ingatan pemilih masih relatif kuat dan lebih berpengaruh pada pilihan di bilik suara nanti,” kata Arya.

Lebih konkret

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved