Pilpres 2019
Bertema Ekonomi dan Kesra, Debat Kelima Hari Ini Berpengaruh Besar Bagi Pemilih Bimbang
Dalam pemaparan debat-debat sebelumnya, kata Arya, tawaran program belum terlalu konkret dan detail dieksplorasi capres-cawapres.
Dalam pemaparan debat-debat sebelumnya, kata Arya, tawaran program belum terlalu konkret dan detail dieksplorasi capres-cawapres.
Karena debat terakhir ini krusial, kandidat diharapkan memaparkan tawaran program secara konkret guna memersuasi pemilih.

Terkait isu ketenagakerjaan, misalnya, Sekretaris Labor Institute Indonesia Andy W Sinaga mengingatkan, penyiapan tenaga kerja usia muda agar berdaya saing menghadapi era Industri 4.0 sangat mendesak dilakukan.
Caranya dengan mencetak tenaga kerja berkompeten.
Hal yang perlu diperbaiki, kata dia, antara lain, memetakan tenaga kerja kompeten yang bisa mendorong produktivitas industri. Pemerintah perlu mengkaji lembaga apa yang tepat mendapat peran ini.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate, mengatakan, saat debat nanti, Jokowi dan Amin akan memaparkan tawaran program baru, khususnya tiga kartu sakti Jokowi, seperti Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra-Kerja.
Kedua program itu menjadi solusi atas persoalan kebutuhan bahan pokok masyarakat dan penyediaan lapangan kerja.
Momentum debat terakhir juga akan digunakan Jokowi- Amin untuk menjawab berbagai kritik terkait pencapaian pemerintahannya di bidang ekonomi.
Khususnya, meluruskan isu terkait angka pertumbuhan ekonomi dan isu utang luar negeri serta memaparkan terobosan yang akan dilakukan ke depan untuk semakin memperbaiki kondisi ekonomi.
Sementara itu, Sudirman Said, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menuturkan, Prabowo-Sandi menawarkan pembangunan industri besar-besaran untuk memutus ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk impor.
Selain itu, Prabowo-Sandi juga akan menawarkan solusi jangka pendek untuk mengatasi impor bahan mentah, seperti pangan.
Terkait dengan kebijakan tenaga kerja asing, Sudirman mengatakan, kebijakan yang ada saat ini harus diluruskan. Tenaga kerja asing bisa bekerja di Indonesia kalau memang keahliannya tidak dimiliki orang Indonesia.
Merajut persatuan
Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana berharap debat pamungkas juga dimanfaatkan dua capres-cawapres untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa. Masa kampanye yang panjang, kata Aditya, telah melelahkan sekaligus menghadirkan polarisasi yang sangat kuat di masyarakat.