Terbatasnya Infrastruktur Desa Ini di Paser, Lintasan Buruk, 2 Ibu Hamil Terpaksa Bersalin di Jalan
Keberadaan infrastruktur Jalan di Desa Lomu sangat dibutuhkan sebagai akses mobilitas warga dari dalam Desa Lomu dan dari luar desa.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Sampai sejauh ini, di pertengahan tahun 2019, masih saja ada tempat tinggal atau perkampungan desa dalam kondisi yang prihatin dan mengkhawatirkan.
Sebagai contoh kondisi infrastrukturnya. Ada Jalan-jalan di Desa Lomu, Kecamatan Bau Engau, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur bisa dibilang sangat buruk, tidak layak untuk dilintasi, hal ini membuat warga pun mengalami kesulitan.
Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Desa Lomu, Riisno saat berbincang dengan Tribunkaltim.co pada Kamis (20/6/2019) sore.
Keberadaan jalan di Desa Lomu sangat dibutuhkan sebagai akses mobilitas warga dari dalam Desa Lomu dan dari luar desa.
Buruknya infrastruktur jalan tersebut membuat derita masyarakat setempat, satu di antaranya, terlambatnya warga saat akan dirawat ke rumah sakit saat dibawa dari rumah.
Kasusnya ada ibu yang sedang hamil, akan segera mengeluarkan jabang bayi tetapi karena di perjalanan terkendala jalan rusak maka belum sampai di rumah sakit, kandungan di perut pun sudah mengeluarkan isi.
"Benar. Sudah dua kali ada ibu hamil melahirkan di jalan. Keduanya, si ibu hamil adalah warga Desa Lomu," ujar Riisno.
Kali ini masyarakat Desa Lomu, sudah mempercayakan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit saat akan melakukan proses persalinan.
"Kan Ibu hamil tidak boleh melahirkan di rumah, jadi mau dibawa ke Pusban atau Puskemas," tegasnya.
Namun kendala jalan rusak, harapan bisa ditangani dan dirawat oleh rumah sakit ternyata hanya sebatas mimpi semata. Belum tiba di rumah sakit, sudah melahirkan lebih dahulu.
Sejauh ini Desa Lomu memang masih butuh perhatian, masih banyak lintasan jalan yang belum layak. Kasus ibu hamil mengalami proses persalinan di jalan menuju ke rumah sakit disebabkan kondisi jalan yang rusak parah.
Biasanya, ungkap Riino, pihak petugas kesehatan yang lakukan jemput bola, menghampiri ke orang-orang yang butuh pertolongan perawatan dan pengobatan dari tim medis.
"Petugas kesehatan yang jemput bola, datang ke lokasi lewati jalan rusak," katanya.
Infrastruktur di Desa Lomu itu yang menuju ke arah rumah sakit memang rusak parah, ini dirasakan dari Mengkudu hingga ke Desa Aru di Kecamatan Tanjung Harapan, Paser. Kondisi jalan di kawasan ini buruk, sangat tidak layak.
Selain itu, jelas Riino, seusai di Desa Lomu, masuk wilayah Desa Pengguren yang di lokasi ini ada gedung sekolah seperti Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama.