Bank Indonesia Sebut Sektor Pertambangan Menopang Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Jadi 4,77 Persen

-Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur 2019 sampai sekarang masih ditopang oleh lapangan usaha pertambangan.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/purnomo susanto
Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kaltim Februari 2020 dan Sosialisasi tentang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang digelar BI Perwakilan Kaltim, pada Kamis (12/3/2020), siang, di Kantor BI Perwakilan Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur  2019 sampai sekarang masih ditopang oleh lapangan usaha pertambangan.

Pada kurun waktu tersebut, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat tumbuh sebesar 4,77% (yoy), meningkat dari 2,67 persen (yoy) tahun sebelumnya.

Semua itu disampaikan saat Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kaltim Februari 2020 dan Sosialisasi tentang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala BI Perwakilan Kaltim, Tutuk SH Cahyono mengungkapkan, tingginya permintaan negara mitra didukung oleh cuaca yang lebih kondusif mendorong percepatan lapangan usaha pertambangan di Kaltim ini.

“Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tertahan oleh pengerjaan konstruksi proyek strategis yang telah selesai,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co, pada Kamis (12/3/2020), siang, di Kantor BI Perwakilan Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Baca Juga

Bank Indonesia Gelar Pekan QRIS Nasional 2020 di Balikpapan, Ada The Overtunes, Berikut Jadwalnya

Sektor Konstruksi Dorong Peningkatan Kredit di Kota Minyak, Ini Penjelasan Bank Indonesia Balikpapan

Dikukuhkan 14 Februari, Yufrizal Resmi Jabat Kepala Bank Indonesia Kalimantan Utara

“Di sisi pengendalian harga, tekanan inflasi Kaltim 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 1,66 persen (yoy). Inflasi yang lebih rendah bersumber dari tarif angkutan udara yang mereda di pertengahan kedua 2019,” lanjutnya.

Penyesuaian harga yang tidak dilakukan untuk cukai dan harga jual eceran rokok,  juga menjadi salah satu indikator inflasi yang lebih rendah

“Terkait perkembangan kebijakan di sistem pembayaran, sejak Rabu (1/1/2020) lalu penyedia layanan non tunai diwajibkan mengunakan QRIS.

Sebagai bentuk sosialisasi dan upaya perluasan QRIS, Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional,” tandasnya.

Tutuk menyampaikan, kegiatan akan berlangsung serentak di 46 kota, termasuk Samarinda.

Sebelum acara puncak, pada Sabtu (14/3/2020), telah terlebih dulu dilakukan kegiatan sosialisasi QRIS.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved