Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

OJK Kaltim Sebut Banyak Korban Arisan Online Tergiur Untung Cepat

Fenomena arisan online bodong kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).

Tayang:
HO/OJK
WASPADA ARISAN ONLINE - Fenomena arisan online bodong kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat Kalimantan Timur. Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kaltim dan Kaltara, Parjiman, menilai kemudahan akses layanan keuangan digital yang tidak diimbangi kewaspadaan menjadi faktor utama maraknya kasus tersebut.  (HO/OJK) 

Ringkasan Berita:
  • Arisan online bodong semakin marak di Kaltim, memanfaatkan iming-iming untung cepat dengan berbagai modus.
  • OJK Kaltim menilai rendahnya literasi keuangan menjadi akar masalah, meski tingkat inklusi keuangan tinggi, banyak masyarakat belum memahami risiko produk keuangan yang diikuti.
  • Masyarakat diimbau memegang Prinsip 2L (Legal dan Logis), dengan mengecek legalitas penyelenggara dan tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Fenomena arisan online bodong kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

Iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat membuat banyak orang lengah dan akhirnya terjerat penipuan berbasis digital yang terus bermunculan di media sosial.

Di balik tawaran “setor kecil, untung besar”, praktik arisan online ini kerap dijalankan dengan berbagai modus, mulai dari penggunaan admin fiktif, skema pencairan tidak masuk akal, hingga testimoni palsu yang sengaja direkayasa untuk membangun kepercayaan calon korban.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kaltim dan Kaltara, Parjiman, menilai kemudahan akses layanan keuangan digital yang tidak diimbangi kewaspadaan menjadi faktor utama maraknya kasus tersebut. 

Baca juga: Dugaan Penipuan Arisan Online di Samarinda, Kerugian Rp350 Juta, 20 Member Akhirnya Lapor Polisi

Menurutnya, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan aktivitas keuangan membuka celah besar bagi para pelaku penipuan.

“Kami akui tingkat literasi masyarakat kita terhadap sektor keuangan masih rendah, yakni 64,4 persen,” ungkap Parjiman, baru-baru saja.

Kondisi itu semakin ironis karena tingkat inklusi keuangan justru jauh lebih tinggi.

Banyak masyarakat telah aktif menggunakan layanan keuangan, termasuk ikut arisan online, namun tidak memahami secara utuh mekanisme dan risiko yang menyertainya.

Baca juga: Tak Ada Kejelasan Pengembalian Dana dari Arisan Online, Puluhan Orang Laporkan ke Polresta Samarinda

“Ada gap yang besar antara literasi dan inklusi. Banyak yang sudah menggunakan layanan keuangan, bahkan ikut arisan, tetapi tidak memahami secara jelas bagaimana produk itu bekerja. Ini yang memicu kerentanan dan membuat masyarakat mudah tertipu,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Jimmy ini menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap segala bentuk tawaran arisan online maupun investasi sejenis.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh janji keuntungan cepat tanpa dasar yang jelas.

OJK Kaltim, lanjut Parjiman, terus mendorong masyarakat untuk berpegang pada Prinsip 2L, yakni Legal dan Logis.

Baca juga: Setor Rp1 Juta, Puluhan Warga Tertipu Arisan Online di Balikpapan, Pelaku Kembalikan Cara Dicicil

Setiap tawaran keuangan harus dicek kejelasan lembaga dan legalitas pihak yang menawarkan, serta dinilai masuk akal secara finansial.

Cek legalitas penyelenggara arisan, jangan mudah percaya pada testimoni di media sosial, dan hindari tawaran dengan skema keuntungan yang terlalu tinggi dalam waktu singkat.

Jika terasa tidak masuk akal, besar kemungkinan itu adalah penipuan.

“Tingkatkan pemahaman terhadap sektor keuangan. Jika menerima tawaran arisan online, browsing dulu, cari tahu apakah pihak yang menawarkan benar-benar terpercaya,” tandas Parjiman. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved