Virus Corona di Tarakan
Inilah Besaran Biaya Untuk Merawat Satu Pasien Covid-19, Walikota Tarakan dr Khairul Membeberkan
Semakin banyak pasien positif virus Corona atau covid-19, semakin banyak pula anggaran negara yang harus dikeluarkan
Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Semakin banyak pasien positif virus Corona atau covid-19, semakin banyak pula anggaran negara yang harus dikeluarkan.
Seperti yang disampaikan oleh Walikota Tarakan, dr. Khairul yang juga sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Senin (25/5/2020).
Ia mengatakan, bahwa 1 pasien covid-19 yang dirawat dapat menghabiskan biaya perawatan hingga Rp 100 Juta.
Hal itu ia ketahui melalui Direktur Umum Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Joko Haryanto.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona Samarinda, Gelar Open House tapi Sepi Kunjungan
"Rata-rata sekarang, 1 pasien itu biayanya di atas 100 juta, jadi kalau kita rawat itu sekarang itu kan kasus ada 44, terus yang sembuh ada 13. Jadi, ya 31 kali Rp 100 juta, ya itu lah kira-kira sekarang biaya yang dikeluarkan untuk merawat," ujar dr Khairul.
Ia mengatakan dalam melakukan pemeriksaan swab saja, 1 cartridge bisa menghabiskan biaya 400 Ribu.
Kemudian, ia juga menambahkan biaya perawatan akan semakin bertambah jika pasien covid-19 yang dirawat tidak sembuh-sembuh.
Baca Juga: Update Virus Corona di Kutim, Tambah 1 Positif Covid-19 dan Pasien KTM 1 Dinyatakan Sembuh
Untuk mengatakan dia positif atau negatif butuh 2 kali pemeriksaan, berarti 1 orang saja untuk menegakkan saja dia sudah Rp 800 ribu habis, itu dia dirawat pakai biaya negara.
Menyatakan dia nanti sembuh apa tidak. "Sembuh kita periksa lagi minimal 2 kali, 800 ribu lagi. Kalau dia masih positif rawat lagi, habis itu 2 minggu periksa lagi masih positif gitu aja berapa kali," terangnya.
Baca Juga: Pandemi Corona, Warga Pesona Bukit Batuah Balikpapan Pilih Gelar Shalat Idul Fitri Berjamaah
Baca Juga: Penjelasan Psikolog, Kenapa Ada Kerumunan Massa di Mall atau Pasar Saat Masih Pandemi Corona
Bukan hanya perawatan pasien yang menggerogoti anggaran negara, namun juga biaya yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak covid-19.
"Memang benar dapat uang negara semua, tapi kalau orang ini tidak tahu diri, orang jalan bertumpuk-tumpuk. Kalau dilarang, melawan," ujarnya.
