Bom Bunuh Diri
Pemerintah Rusia Murka, Berniat Membalas
Aksi teror bom bunuh diri di Bandara Domodedovo memicu kemarahan Pemerintah Rusia.
MOSKWA, tribunkaltim.co.id — Aksi teror bom bunuh diri di Bandara Internasional Domodedovo, Moskwa, Rusia, Senin (24/1/2011), memicu kemarahan Pemerintah Rusia. Presiden Dmitry Medvedev bersumpah akan memburu dan ”menghabisi” mereka yang bertanggung jawab dan berada di balik aksi teror itu.
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin
bahkan dengan keras menyatakan akan membalas dendam atas insiden
tersebut. Jumlah korban tewas terakhir dilaporkan mencapai 35 orang, 8
orang di antaranya warga negara asing.
Selain itu, lebih dari 180 orang juga ikut terluka dalam peristiwa mengerikan tersebut. Otoritas Rusia memastikan kedelapan warga negara asing yang tewas adalah dua orang berkebangsaan Inggris, seorang warga negara Jerman, seorang warga negara Bulgaria, serta masing-masing satu orang berkewarganegaraan Kirgistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Ukraina.
Sejumlah kalangan meyakini serangan dilakukan kelompok militan dari kawasan Kaukasia Utara, yang memang selama setahun terakhir melakukan serangan serupa di Rusia. Pada Maret tahun lalu serangan ganda ledakan bom bunuh diri terjadi di sistem angkutan umum bawah tanah Moskwa dan menewaskan sekitar 40 orang.
”Terorisme masih menjadi ancaman keamanan utama di negeri ini. Kita harus berupaya sekeras mungkin mengidentifikasi, mengekspos, lalu membawa para bandit pelaku teror bom itu ke pengadilan.
Tidak cuma itu, kita juga harus menumpas tempat persembunyian mereka. Jangan sampai kita cuma berdiam diri. Mereka harus dihancurkan tepat di mana mereka berada,” tutur Medvedev, Rabu, langsung melalui siaran televisi.
Medvedev, yang juga terlihat sangat emosional, menyalahkan pengelola dan aparat keamanan Bandara Internasional Domodedovo yang, menurut dia, telah melakukan kesalahan fatal sehingga serangan bom bisa terjadi.
Dari temuan di lokasi kejadian dan pernyataan sejumlah saksi mata, aparat keamanan memperkirakan ledakan berasal dari bom berdaya ledak tinggi atau setara dengan 5 kilogram hingga 7 kilogram TNT.