Mengapa Gempa Sulit Diprediksi?
Mengapa gempa bumi sulit diprediksi, mengapa seismolog berusaha meramalkannya, dan pendekatan apa yang tepat?
Editor:
Fransina Luhukay
ANTARA/REUTERS
Seorang wanita menangis sambil terduduk di jalan diantara puing dari kota yang hancur Natori, Prefektur Miyagi, utara Jepang, setelah gempa dan tsunami dahsyat pekan lalu.
Mungkinkah terjadi gempa bumi besar lain di Jepang menyusul gempa dahsyat lalu?
Hampir 200 guncangan setelah gempa dengan intensitas 5 atau lebih dalam skala Jepang yang berakhir di angka 7, terjadi pada tiga hari pertama Gempa Sendai 11 Maret, demikian Badan Meteorologi Jepang. Kemungkinan gempa susulan dengan skala 5 atau di atasnya, terjadi antara 14 dan 17 Maret berada di tingkat kemungkinan 40 persen. (New Scientist)
KOMENTAR