Sangatta
Ketua Yayasan STAIS Dideadline Seminggu Penuhi Panggilan Kejari Sangatta
Penggunaan dana yang tidak prosedural diperkirakan senilai Rp 2,3 miliar.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sangatta, Dodi
Gazali Emil, Minggu (8/4), mengatakan pihaknya telah melayangkan
pemanggilan pada Ketua Yayasan STAIS yang dinilai paling
bertanggungjawab atas permasalahan keuangan tersebut. Ketua Yayasan
adalah mantan anggota DPRD Kutim berinisial AR.
"Yang
bersangkutan sudah kita minta untuk menjalani pemeriksaan pekan lalu.
Namun yang bersangkutan meminta waktu pekan ini. Kami masih memberikan
kesempatan selama satu pekan. Bila masih tidak hadir, kami akan ambil
tindak lanjut sesuai aturan hukum sebagai penyidik, baik berupa
pemanggilan paksa atau penangkapan," katanya.
Permohonan
penundaan tersebut disampaikan AR via telepon. "Pada prinsipnya kami
masih memberikan waktu untuk hadir. Pengembalian keuangan negara itu
prinsip. Tapi yang penting beliau hadir dulu menjalani pemeriksaan.
Beliau akan diperiksa sebagai saksi," katanya.
Dodi mengatakan,
pihaknya mendapatkan temuan permasalahan keuangan di Yayasan STAIS.
Yayasan tersebut mendapatkan hibah dari APBD Kutim tahun 2011 sebesar Rp
5 miliar dan dari APBDP 2011 sebesar Rp 700 juta. Namun dari jumlah
tersebut, terdapat pemanfaatan dana yang diduga tidak prosedural.
"Berdasarkan
penelusuran kami, ketua yayasan sempat melakukan penarikan uang
sebanyak 16 kali dengan nilai total sekitar Rp 2,3 miliar untuk
pengembangan usaha yayasan. Pengembangan usaha bertujuan agar yayasan
lebih mandiri. Yayasan bermitra dengan salah satu grup perusahaan di
Jawa Timur," katanya.
Diketahui pula pengalokasian dana untuk
pengembangan usaha tersebut tidak melalui rapat atau kesepakatan di
level pengurus yayasan. Bahkan efek langkah tersebut, operasional
yayasan menjadi terganggu.
"Berdasarkan pemeriksaan kami pada
saksi, diketahui 16 transaksi pencairan dana tersebut dilakukan secara
tunai. Dokumen kontrak dengan perusahaan juga masih ada. Hal ini yang
ingin kami telusuri melalui keterangan yang bersangkutan," katanya.
Sementara
itu, AR saat dihubungi Tribun mengatakan masih berada di luar Sangatta.
"Maaf saya masih ada pekerjaan yang belum selesai. Insya Allah minggu
depan saya sudah di Sangatta," kata AR. "Sekali lagi biar saya
menyelesaikan pekerjaannya dulu," katanya.