Tenggarong Kutai Carnival
101 Talent Peragakan Busana dalam Karnaval Jalanan di Tenggarong
Sebanyak 101 orang talent bakal memperagakan busana rancangan mereka dalam karnaval jalanan bertajuk Tenggarong Kutai Carnival (TKC).
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Fransina Luhukay
TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Sebanyak 101 orang talent bakal memperagakan busana rancangan mereka dalam karnaval jalanan bertajuk Tenggarong Kutai Carnival (TKC). Event ini digelar pada 26 Oktober 2013 mendatang pukul 13.00.
Karnaval ini menjadi rangkaian acara untuk meramaikan HUT Kota Tenggarong ke-231. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar selaku penyelenggara acara menggandeng Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC), Dynand Fariz untuk kegiatan workshop hingga pelaksanaannya nanti. Para talent akan memperagakan busana dalam 3 kelompok, yakni kelompok belian, anggrek (orchid of borneo) dan seraong.
"Tahun ini kita mengusung tema 'The Magic of Borneo'. Kita ingin mengangkat kekayaan alam serta budaya yang kita miliki," ujar Sri Wahyuni, Kepala Disbudpar Kukar, Minggu (20/10).
Untuk tiga kelompok busana, tema belian bersumber dari tarian belian yang merupakan tarian pengobatan dari masyarakat Dayak Benuaq. Berikutnya, tema anggrek dipilih karena anggrek banyak ditemukan di Kalimantan, termasuk hutan bengkirai di wilayah Kukar. Ada 3 anggrek ditampilkan dalam event TKC, yakni anggrek hitam, manuntung dan dupa. Sementara itu, tema seraong mengusung topi seraong khas Kutai yang berbentuk bundar. Topi ini kerap dicari sebagai cindera mata.
Dalam karnaval nanti, para penari tradisional akan mengawali tiap tema kelompok busana tadi dengan iringan musik tradisional. Sedangkan para talent yang memperagakan busana mereka akan diiringi musik kreatif tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya. Sekitar 50 penari tradisional dilibatkan dalam parade TKC nanti. "Sebelum berkarnaval di jalanan, para talent akan melintasi runway sepanjang 100 meter di hadapan 900 undangan di tenda yang saling berhadapan," tutur Sri.
Even ini masuk dalam kegiatan tahun kedua, dimana tahun lalu even ini diberi nama Kukar Fashion Art Carnival. Tahun ini even tersebut berganti nama menjadi Tenggarong Kutai Carnival. Penguatan nama karnaval ini tidak lepas dari upaya untuk menjadikan Tenggarong sebagai kota wisata yang tidak hanya dikenal lewat wisata budayanya, tapi karnavalnya yang bercita rasa khas Kutai. Nama Kutai sendiri sudah dikenal luas karena memiliki kekayaan alam dan sejarahnya. "Lewat even TKC 2013, kita berharap Tenggarong sebagai kota wisata makin dikenal luas, sekaligus jadi pendorong tumbuhnya seni dan ekonomi kreatif di Kukar," ujar Sri.