Rabu, 29 April 2026

Bulungan Manfaatkan Energi Surya untuk Penerangan Jalan

Pemkab Bulungan berkomitmen meneruskan program penerangan jalan umum (PJU) di dalam kota dengan memanfaatkan sistem PLTS.

Tayang:
Penulis: Syaiful Syafar |
zoom-inlihat foto Bulungan Manfaatkan Energi Surya untuk Penerangan Jalan
Tribunkaltim/Syaiful Syafar
Bupati Bulungan Budiman Arifin

TANJUNG SELOR, tribunkaltim.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berkomitmen akan meneruskan program penerangan jalan umum (PJU) di dalam kota dengan memanfaatkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurut Bupati Bulungan Budiman Arifin, untuk tahun 2014 pihaknya akan menambah penerangan PLTS di sejumlah kawasan strategis seperti pasar induk, kantor Diklat, sepanjang tepian Sungai Kayan, dan sejumlah kantor pemerintahan.

“Ini meneruskan program kita yang sudah berjalan. Total kebutuhannya saya belum cek berapa, yang jelas ini akan sangat membantu aktivitas masyarakat,” ujarnya, Jumat (27/12/2013).

Program PJU dengan memanfaatkan PLTS sudah digarap sejak tahun 2010 silam. Sedikitnya ada 740 titik yang terpasang, mulai dari rumah jabatan Bupati, kantor Bupati, rumah jabatan Wakil Bupati, di tengah taman kota, sepanjang Jalan Sengkawit, hingga di dalam gang-gang kecil. Adapun total dana yang digelontorkan untuk PLTS tersebut sebanyak Rp 9 miliar.

Budiman mengungkapkan alasan memanfaatkan PLTS untuk penerangan jalan-jalan di dalam kota sebagai bentuk penghematan pasokan energi. Selain itu, Pemkab juga tidak ingin menambah derita masyarakat,
mengingat daftar tunggu di PLN (Perusahaan Listrik Negara) sudah sangat banyak, hampir mencapai 2.000 sambungan.

“Daftar tunggu rakyat yang menginginkan ada aliran listrik di rumahnya itu sudah sangat  banyak. Sementara pasokan PLN juga terbatas. Kalau kita juga pasang PJU lewat PLN maka akan menambah penderitaan rakyat. Akhirnya kita putuskan lebih baik mengalah dan bikin PLTS,” katanya.

Di sisi lain, penerangan PLTS ini dinilai jauh lebih efisien. Meski harus menggelontorkan dana yang cukup besar di awal, namun Pemkab tidak lagi dipusingkan dengan pembayaran tarif PJU ke PLN yang kontraknya bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

Program PJU dengan memanfaatkan PLTS, diakui Budiman sempat mencuri perhatian daerah lain seperti Balikpapan, Samarinda, Nunukan dan kota lainnya. Bahkan Nunukan sudah ikut menerapkannya sejak 2011 lalu. Meski begitu, dia tidak ingin jika program tersebut disebut pilot project untuk Provinsi Kalimantan Utara.

Seluruh pembiayaan program PLTS ini berasal dari APBD Kabupaten Bulungan. Program ini agak sulit jika dikelola oleh investor, karena membutuhkan lahan yang cukup luas antara 2-3 Hektare (Ha). Selain itu, keperluan daya listriknya juga masih dalam skala kecil hanya sekitar seperempat Megawatt.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved