Nunukan Krisis Listrik
Komponen Kompresor Tiba di Nunukan, Malam Ini Diharapkan Listrik Nyala
Material turbo yang merupakan komponen kompresor Unit A milik PT Pertamina EP, telah tiba di lokasi kompresor PLTMG) Sebaung, Sabtu (6/9/2014).
NUNUKAN, tribunkaltim.co.id- Material turbo yang merupakan komponen kompresor Unit A milik PT Pertamina EP, telah tiba di lokasi kompresor Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sebaung, Sabtu (6/9/2014).
"Material sudah tiba di lokasi sekitar pukul 12.25 hari ini. Jadi mereka persiapan pemasangan. Ini informasi yang saya dapatkan dari Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Berau, Chaidar Syaifullah yang sedang berada di lokasi," ujar Yosua Batara Payangan, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan, tadi.
Dia mengatakan, dengan tibanya material tersebut pihak Pertamina langsung akan melakukan pengetesan sampai bisa menyuplai gas ke PLTMG Sebaung. "Yah mudah-mudahan bisa malam ini normal, paling tidak bisa mnyuplai gas ke PLMTG meskipun tidak maksimal," ujarnya.
Pemadaman listrik secara total kembali terjadi di Pulau Nunukan pada Selasa (2/9/2014) sejak pukul 24.00 hingga pukul 08.00. Setelah itu PLN mengalirkan listrik secara bergiliran dengan mengandalkan listrik kapasitas 2 megawatt (MW) dari PLTD Sungai Bilal. Beban puncak di Pulau Nunukan mencapai sekitar 10 MW.
Pemadaman total ini terjadi akibat tidak beroperasinya PLTMG Sebaung. PTLMG Sebaung hanya didukung dua unit kompresor. Dengan kerusakan pada kompresor Unit B, PLTMG Sebaung sama sekali tidak bisa beroperasi. Kompresor Unit A telah mengalami kerusakan sebelum Idul Fitri, dan hingga kini belum bisa diperbaiki karena harus menunggu material dari luar negeri.
Sejak kerusakan pada komproser Unit A, kompresor Unit B hanya mampu menyuplai beban ke PLTMG Sebaung sekitar 6,5 MW. Dengan dibantu daya dari PLTD Sungai Bilal sebesar 2 MW, kebutuhan listrik di Pulau Nunukan masih tercukupi sehingga tidak terjadi pemadaman. Namun, belum sempat kompresor Unit A diperbaiki, sejak Senin malam kompresor Unit B juga mengalami kerusakan.
Daya listrik dari PLTMG Sebaung disalurkan ke Pulau Nunukan melalui kabel listrik bawah laut dan jaringan SUTEM 20 kpa sepanjang 15 kilometer. Sementara dari Pulau Nunukan menuju Pulau Sebatik terpasang kabel jaringan SUTEM dan kabel bawah laut sepanjang 3,5 kilometer.
Proyek tersebut merupakan investasi PT PLN Persero senilai sekitar Rp 200 miliar. Dalam keadaan normal PLTMG Sebaung bisa menyuplai daya hingga 8 MW untuk kebutuhan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.